Irma Susanti Irsyadi
Irma Susanti Irsyadi

hanya seorang pecinta kata-kata

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Perempuan dalam Pernikahan

13 Januari 2018   23:42 Diperbarui: 14 Januari 2018   01:19 712 0 0

Seorang lelaki berbincang dengan seorang perempuan, sebut saja mereka Budi dan Wati.

"Sudah siap nikah, mbak?" tanya Budi pada Wati.

"Ga lah Mas, masih jauh ..." elak Wati.

"Loh kenapa?"

"Masih ingin bahagiakan orangtua," begitu jawaban Wati.

Whaaat?! Budi membatin.

Bukannya membahagiakan orangtua salah satunya dengan menikah? Kemudian memberi cucu? Supaya orangtua bisa tenang karena tidak usah mengkhawatirkan anak-anaknya yang belum laku?

Begitu pikiran Budi.

"Trus, kalau tiba-tiba ada yang melamar, gimana?" Budi bertanya lagi.

"Belum siap lah, Mas ..." Wati mulai merasa risih.

"Siapnya kapan?" kejar Budi.

"Ya ... mungkin usia 26 tahun ..."

"Yakin sudah ada yang langsung mau? Ga mudah loh mbak, menuju pernikahan itu butuh proses. Kalau nanti ga ada yang mau, bagaimana? Malah orangtua Mbak ga bahagia ..."

Begitu seterusnya Budi mendesak Wati untuk memikirkan pernikahan, meskipun Wati sudah mengelak dengan mengatakan ia ingin bersekolah sampai ke jenjang tinggi terlebih dahulu.

"Mbak, kalau sudah di atas tigapuluh tahun, laki-laki bukannya tidak mau. Tapi berpikir masalah keturunan. Menurut medis, semakin bertambah usia, semakin mengecil kemungkinan punya anak. Memang semua takdir Allah, tapi laki-laki berusaha agar punya keturunan ..."

Budi terus memaparkan alasan demi alasan saat Wati terus menerus mengelak dan mengatakan tidak masalah jika ia harus menikah di usia 30-an.

Percakapan di atas saya sarikan dari status seseorang di media sosial Facebook, yang dibagikan oleh salah seorang teman.

Kening saya berkerut.

That doesn't sound right.

Ini mengingatkan saya pada seseorang yang saya kenal. Ia perempuan yang belum juga menikah hingga usia akhir 30-an. Pun begitu, tak pernah saya melihatnya galau, atau tiba-tiba menuliskan postingan dengan kata-kata macam, "ku ingin kamu di penantianku yang tak berujung ini".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4