Mohon tunggu...
IRFANDI
IRFANDI Mohon Tunggu... ICT enthusiast

Network and Telco geeks, web frontend designer, fulltime partly blogger

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Transaksi Mobile Banking yang Sudah Merata

17 Maret 2020   16:20 Diperbarui: 17 Maret 2020   16:37 50 0 0 Mohon Tunggu...

Teknologi informasi dan komunikasi berkembang sangat pesat 5 tahun belakangan ini, sejak teknologi 4g pada smartphone mulai populer, baik kota maupun daerah sudah  tidak ada lagi beda nya,semua dibikin simple informasi sangat mudah di dapatkan, dan transaksi apapun dapat di lakukan hanya dari genggaman tangan. Berikut ini Saya akan berbagi pengalaman sebagai Generasi simple berkat kemajuan teknologi dan BCA mobile.

Selepas menamatkan kuliah di ahir tahun 2015,  saya masih bertahan di kampung saya Sumatera Barat, sambil menunggu panggilan interview kerja, dan saya mencoba berdagang kecil-kecilan dengan seorang teman. Dengan  mengandalkan sosial media instagram dan facebook saya sudah dapat menjual Zenny/gold (mata uang dalam game Ragnarok Online), item game dan voucher kuota internet, target pasar nya memang tidak terlalu luas hanya di kalangan mahasiswa, kenalan dan sesama pecinta game online di sekitar kampus. 

Transaksi pun di lakukan secara cash on delivery (COD) untuk menjaga kepercayaan dengan pelanggan. Lucu memang, saya menjual barang yang hampir tidak ada wujud nya dengan metode COD. padahal bisa Dibikin Simple dengan Mobile banking.

Pada masa itu saya tidak ada niatan sama sekali untuk menggunakan mobile banking karena internet mobile yang masih belum stabil membuat saya parno jika transaksi gagal  harus repot-repot mengurus ke bank. 

Tahun 2014 - 2015 internet untuk smatrphone belum sepopuler saat ini. padahal banyak dari sesama penjual zenny yang menggunakan metode transfer, lebih khusus nya BCA mobile yang sangat populer di kalangan gamers online. Pernah seorang calon pelanggan batal membeli karena saya ajak COD, dan saya di tertawakan karna hal itu. 

sebagai insan yang melek teknolgi dan bagian dari Generasi Simple, saya mulai menyadari  penting nya agar transaksi barang digital seperti yang saya jajakan Dibikin simple supaya bisnis dapat berkembang luas. 

Tak berselang lama setelah memulai bisnis mikro ini, pelanggan saya mulai berkembang ke beberapa wilayah di luar kota, yang tidak lagi bisa di jangkau dengan metode transaksi COD, ahirnya saya memilih untuk membuka rekeking BCA dan memanfaatkan BCA mobile dengan pertimbangan untuk memudahkan transaki dengan pelanggan yang ada di luar kota. Semua bisa di lakukan dengan BCA mobile, dari dari chek saldo, transfer, lihat history transaksi pun bisa, Semua nya sudah Dibikin simple, dan bisnis pun makin berkembang.

Di awal tahun 2016 ahir nya saya mendapatkan  pekerjaan pertama saya, saya lolos seleksi di sebuah perusahaan telekomunikasi di ibu kota Jakarta, hal ini  membuat saya harus terbang meningalkan bisnis dan teman saya  di kampung hehe,  tapi jangan kawatir dia sudah sukses dengan bisnis sembako milik nya sendiri sekarang.

Selama hidup dan menghirup udara di kota jakarta, saya tak pernah lepas dari teknologi walaupun sehari, ya bagai mana mau lepas, toh sehari-hari nya saya bekerja di sektor ICT. transformasi orang daerah yang pindah ke kota. Melihat betapa canggih nya gaya hidup di ibu kota, naik kendaraan umum dari KRL, Busway, sampai naik angkot pun hanya perlu dengan menempelkan kartu, memesan fast food secara online dengan applikasi food delivery selagi mengerjakan lemburan, membeli kemeja yang saya sukai, dan hanya perlu menunggu beberapa hari di tengah kesibukan di kantor tanpa perlu pergi ke mall , semua nya sudah saya rasakan.

Juni 2018 adalah tahun ketiga saya menjadi bagian kecil kemajuan ekonomi di Jakarta, namun nasib memberikan jalan lain untuk saya, saya mendapatkan pekerjaan baru di perusahaan internet service provider lain nya, syukur alhamdulillah saya mendapatkan penempatan kembali ke kampung halaman saya.

Senang bercampur sedih rasanya akan meninggalkan ibukota dan juga teman-teman di kantor, dan tentu saja sedih akan berpisah dengan gaya hidup ala generasi simple yang mudah mendapatkan apa-apa di ibu kota. namun saya sangat bersyukur bisa berkumpul kembali dengan keluarga tercinta di kampung. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN