Mohon tunggu...
ira cholila
ira cholila Mohon Tunggu... Lainnya - mahasiswa

Belajar Menulis..

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Ada Cerita di Pulau Masalembu

18 Oktober 2020   14:23 Diperbarui: 18 Oktober 2020   14:25 938
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tak banyak tau tentang sebuah pulau kecil yang berada dibagian utara wilayah kabupaten Sumenep Madura, pulau yang cantik dan begitu indah namun jarang diketahui oleh banyak orang. Kepulauan Masalembu berada dipertigaan laut jawa dan selat Makassar, karakteristik suku lokal nya yang sangat beragam yaitu Suku Madura, bugis dan mandar yang mendiami pulau Masalembu. 

Meski memiliki logat dan bahasa  tradisional yang berbeda, ketiga suku ini menggunakan bahasa Madura dalam berkomunikasi. Untuk bangunan rumah sendiri setiap suku masih mempertahankan kearifan lokalnya. Misalnya orang Mandar dan Bugis yang masih mempertahankan rumah panggung nya, sedangkan suku Madura memiliki bangunan rumah yang memberikan teras halaman di depan rumah nya.

 Pulau Masalembu memiliki banyak tempat wisata beberapa contoh nya yaitu Pantai Masna, Pantai Songgo, Pantai cemara, dan Pantai Sono.

dokpri
dokpri
Keempat  pantai tersebut memiliki air laut yang sangat jernih dan disertai pepohonan kelapa di pinggir pantai. Di pulau masalembu  terdapat fasilitas pendidikan mulai dari tingkat bawah hingga perguruan tinggi. Di sekitar pulau masalembu terdapat dua pulau kecil yaitu pulau kramian dan pulau masakambing.

Untuk menempuh perjalanan ke pulau masakambing dari pulau masalembu hanya ditempuh 3 jam dengan naik perahu nelayan, dan 4 jam naik kapal untuk ke pulau kramian.

PERJALANAN MENUJU PULAU MASALEMBU

dokpri
dokpri
Saya akan bercerita tentang perjalanan menuju pulau Masalembu, jarak yang harus ditempuh untuk menuju ke kepulauan Masalembu ini membutuhkan waktu sekitar 16 jam dari pelabuhan perak Surabaya dan ditempuh 12 jam jika melewati pelabuhan Kalianget Madura. 

Kapal yang ditumpangi biasanya adalah kapal Dharmakartika, KM Sabuk Nusantara53 dan KM. Sabuk Nusantara57 yang beroperasi nya sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh PT.PELNI

Perairan masalembu biasanya dilewati oleh kapal-kapal penumpang sperti tujuan ke batulicin Banjarmasin dan kapal muat barang/cargo dll.

BIAYA PENGELUARAN SELAMA DI PULAU MASALEMBU

Mengenai biaya perjalanan menuju kesana biaya nya relatif murah dengan harga Rp.50.000 kita sudah mendapatkan tiket kapal dan difasilitasi kasur, ruangan ber AC, toilet, dan ruang santai untuk menonton tv. Tidak hanya itu kita juga bisa menyewa kamar pribadi seharga Rp.700.000 dengan fasilitas twin bed, Tv, dan ruangan yang sangat dingin. 

Saya berangkat dari Surabaya menuju pulau Masalembu pada pukul 14.00 siang hari, karena menunggu kapal sedang melakukan kegiatan bongkar muat barang, bunyi serbung kapal menandakan bahwa kapal siap berangkat. Karena perjalanan kapal yang begitu lama membuat saya suntuk selalu rebahan santuy di dalam kamar pada malam hari, sehingga saya lebih memilih nongkrong di kafe atau yang biasa disebut dengan kantin hehehe. Keesokan hari nya terbitlah fajar dimana saya harus berkemas barang karena kapal akan berlabuh pada pukul 06.00 pagi hari.

WELCOME TO MASALEMBU ISLAND

dokpri
dokpri
Kapal pun berlabuh di pelabuhan masalembu, begitu banyak masyarakat berantusias untuk menjemput sanak saudara nya yang datang dari luar pulau.

Saya pun dijemput oleh abah (paman) yang tinggal disana. Bahagia dan lega rasa nya jika sudah sampai di Pulau Masalembu karena rasa takut dan khawatir saya yang begitu bergejolak akibat gelombang besar, karena pada saat itu musim hujan hehe.

Jadi jarak dari pelabuhan ke rumah saya hanya sekitar 3 menit jika menaiki sepeda motor, karena dari jembatan saja rumah saya sudah kelihatan. Sesampai disana saya mandi dan sarapan topak ladhe (makanan khas masalembu) yang sudah disiapkan oleh tante saya.

Karna masih dengan suasana pagi hari saya tidak langsung bermain, melainkan saya datang ke toko Kafilah untuk membantu pekerjaan keluarga disana, setelah membantu pekerjaan disana saya di jemput oleh Devi sepupu saya untuk bermain ke rumah sanak keluarga di desa Suka jeruk, sesampai nya disana saya disambut oleh keluarga nenek dengan makanan tradisional khas sana seperti nasi jagung, boras, ikan bakar mendhut (ayam-ayam), ikan kaben nama yang familiar disana dll. Setelah makan nenek mengajak untuk melihat kebun yang di milikinya, di kebun terdapat pohon kelapa, pohon pisang, pohon manga, pohon sirsak, dan pohon nangka.

PERKEMBANGAN PULAU MASALEMBU

Nenek pun mulai bercerita tentang perubahan dan perkembangan Pulau Masalembu dari awal nya dulu tidak ada aliran listrik, hingga sekarang masih menggunakan PLTD dimana penggunaan listrik yang terbatas dari pukul 17.00 menjelang adzan maghrib hingga pukul 00.00 malam hari saja setelah itu listrik akan mati dan hidup kembali pada saat jam 04.00-05.00 waktu shubuh. 

Tetapi beberapa masyarakat di masalembu sekarang telah menggunakan bantuan alat tenaga surya dimana pada siang hari masyarakat bisa melakukan aktivitas seperti mengecas hp, menonton tv, menyalakan kipas angin, dll. Kabar nya pulau masalembu akan teraliri listrik PLN supaya bisa nyala 24 jam, maka kita harap ke semua pihak bisa support agar program ini berjalan tanpa kendali sedikitpun ya hehe.

Oh iya guys jadi di pulau Masalembu juga keterbatasan masalah sinyal loh, disana kalian hanya bisa menggunakan kartu Telkomsel saja. Untuk internet dulu disana tidak bisa sama sekali, jadi sekarang udah ada perubahan menjadi jaringan 3G. yah so pasti lemot banget tuh.. tapi kalian tak perlu khawatir karena disana beberapa toko, warung, dan rumah masyarakat telah memasang wifi.

BIAYA SELAMA TINGGAL

Biaya hidup disana relatif sangat murah, karena mata pencaharian masyarakat masalembu salah satunya adalah nelayan. Jadi untuk berbagai ikan dipasar masalembu tergolong sangat murah, harga ikan akan naik jika pada musim hujan karena para nelayan kesusahan untuk melakukan aktivitas nya dilaut.

Berikut rincian biaya yang saya keluarkan selama berada di Pulau Masalembu:

Uang jajan perhari diberi Rp.30.0000, selalu saya sisihkan kelebihan dari uang ini dikarenakan jajanan/makanan disana sangat murah. Cotoh pentol ghuring dengan harga Rp.3000 saja sudah dapat sepiring, telur gulung dijual dengan harga Rp.500, bakso ikan dengan harga Rp.5000 per-mangkok nya. Semua jajanan rata-rata berbahan dari ikan karena harga ikan yang sangat murah. Lalu untuk biaya transportasi (uang bensin) selama 3 hari saya menghabiskan biaya Rp.20.000

Untuk berwisata ke Pulau Masalembu kalian hanya dapat mengeluarkan ongkos untuk makan, transportasi, dan kebutuhan lainnya.

Biasanya jika ada tourism/bule yang datang ke Pulau Masalembu, mereka membawa tenda sendiri. Karena di pulau masalembu belum menyediakan tempat tinggal bagi wisatawan. Tetapi ada beberapa rumah warga yang bersedia untuk disewa dan ditempati selama kalian berwisata loh..

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun