Mohon tunggu...
Iqbal Surur
Iqbal Surur Mohon Tunggu... Teknisi - bukan penulis, hanya suka menulis

melihat dari perspektif berbeda

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Solusi Menghadapi Pandemi Covid-19 dari Islam

25 November 2020   09:48 Diperbarui: 25 November 2020   09:57 281
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Bismillaahirrahmaanirraahiim

Seluruh dunia telah sepakat bahwa pandemi Covid-19 merupakan musuh nyata yang harus diperangi saat ini. Seluruh tenaga dan perhatian berbagai negara difokuskan untuk mencegah dan menekan penyebaran virus Covid-19 di lingkungan masyarakat. Selain menangani masalah kesehatan ini, pemerintah pun berupaya untuk meminimalisir beberapa dampak yang ditimbulkan akibat wabah termasuk bidang ekonomi. Sejak ditemukannya kasus pertama orang yang terinfeksi virus Covid-19 di Indonesia pada bulan Maret 2020 hingga bulan November 2020, Pemerintah Indonesia sudah menggelontorkan berbagai skema bantuan untuk membantu masyarakat selama pandemi Covid-19.

Selain memberikan dampak cukup luar biasa terhadap kesehatan dan ekonomi masyarakat Indonesia, pandemi ini juga menekan masyarakat Indonesia dalam hal menjalankan ibadahnya, salah satunya adalah umat Islam yang merupakan umat agama terbesar di Indonesia. Ibadah yang biasanya dilakukan secara bersama seperti sholat wajib berjama'ah di masjid, pengajian-pengajian, peringatan hari besar Islam, dan yang lainnya, diharuskan untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Sholat berjama'ah dilakukan dengan shaf yang berjarak sekian meter antar jama'ah, pengajian dilakukan secara daring, hingga ditundanya peringatan hari besar Islam secara tatap muka untuk mencegah terjadinya penyebaran virus Covid-19, salah satunya adalah Maulid Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tahun 1442 Hijriah atau 2020 Masehi.

Oleh karena itu, dengan adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tersebut penulis mengajak kita semua untuk mengambil ajaran dan teladan dari beliau  صلى الله عليه وسلم terutama dalam menghadapi wabah Covid-19 saat ini. Tentu meneladani setiap perilaku beliau صلى الله عليه وسلم tidak hanya dilakukan ketika perayaan Maulid beliau صلى الله عليه وسلم saja, akan tetapi kita harus menerapkan perintah beliau صلى الله عليه وسلم di kehidupan sehari-hari hingga nafas terakhir kita.

Maka bagaimana solusi yang Islam tawarkan dalam menghadapi pandemi Covid-19?

Islam melalui Rasulullah صلى الله عليه وسلم sebagai utusan Allah سبحانه و تعالى  telah memberikan teladan yang baik bagi seluruh umat manusia termasuk muslim di seluruh penjuru dunia. Salah satu hal yang beliau beri perhatian adalah mengenai sikap terhadap peristiwa wabah penyakit di suatu negeri. Mengutip artikel dari Almanhaj.or.id bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah menganjurkan lockdown atau isolasi terhadap masyarakat yang terkena wabah. Di masa itu pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan, sebelum diketahui obatnya. Rasulullah صلى الله عليه وسلم juga memerintahkan untuk tidak mendekati dan melihat orang yang mengalami kusta atau lepra.

 أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ 

Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah berlama-lama memandangi orang yang terkena penyakit lepra.” [Sunan Ibnu Majah]

Pernah pula terjadi wabah luas mengenai suatu wilayah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم mengingatkan agar tidak dekat dengan wilayah yang sedang terkena wabah, dan sebaliknya jika berada didalam wilayah wabah dilarang untuk keluar. Diriwayatkan didalam hadist, 

 إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلَا تَدْخُلُوهَا وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا مِنْهَا 

“Jika kamu mendengar wabah disuatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu”[HR. Bukhari dan Muslim]. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun