Mohon tunggu...
Muhammad iqbalfathoni
Muhammad iqbalfathoni Mohon Tunggu... Mahasiswa - smile

SENYUMLAH DAN SYUKURI HIDUPMU

Selanjutnya

Tutup

Kurma

Kisah Seorang Pejuang Keluarga yang Bertanggung Jawab

15 April 2022   10:24 Diperbarui: 15 April 2022   10:38 806
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kisah Untuk Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Assalamualaikum.Wr.Wb

Oke temen-temen kali ini saya akan berbagi cerita tentang seorang warga yang kurang mampu. Nah pada kesempatan ini saya melakukan wawancara dengan salah satu seorang yaitu dengan bapak karim yang sehari harinya bekerja sebagai pengemis dan pengamen jalanan , pak karim ini memiliki dua orang anak yaitu perempuan dan laki-laki, nah ternyata anak yang perempuan dari bapak karim ini sudah meninggal satu tahun yang lalu, mari kita doakan bersama untuk anak perempuan selaku anak pertama dari bapak karim ini semoga husnul khatimah, aamiin. 

bapak karim juga tidak ada istri, istrinya juga sudah meninggal jadi dia tinggal bersama anak keduanya dan cucunya, cucunya juga perempuan semua, nah ternyata cucu-cucu dari pak karim ini sudah selesai dari pendidikan SMP dan tidak melanjutkan studi lagi jadi tidak sekolah setelah tamat SMP. Cucu-cucu dari bapak karim pun keseharianya tinggal dirumah dan menjaga rumah.

Nah dalam wawancara saya kepada bapak karim saya menanyakan beberapa pertanyaan. Pertanyaan pertama saya menanyakan kenapa sih bapak karim memilih pekerjaan seperti ini? Jadi bapak karim ini sudah tua dan tidak kuat kerja yang berat-berat, jadi bapak karim ini bekerja sehari hari seperti ini untuk kebutuhan keluarganya.

Kemudian apakah bapak karim merasa cukup dengan hasil dari pekerjaan ini? Bapak karim menjawab alhamdulillah dari pekerjaan seperti saya masih cukuplah buat kebutuhan sehari-hari.

Nah kemudian kita kan harus bersyukur ya pak dalam kondisi apapun itu, kalau menurut bapak karim sendiri bagaimana cara bapak bersyukur dengan keadaan seperti ini? Jadi menurut bapak karim ini yeng penting kita harus berdoa jangan lupa terus berdoa kepada Allah SWT, soalnya kita masih diberi nikmat kekuatan, diberi keselamatan, dan masih diberi kesehatan pokonya jadi bapak karim ini sangat bersyukur sekali karna bisa melakukan aktivitas dan mencari nafkah dengan keadaan sehat.

Kemudian kalau boleh ni bapak biasanya kerja dari jam berapa sampai jam berapa? Jadi bapak ini mengatakan bahwa beliau mulai bekerja itu mulai jam tiga sore sampai jam sepuluh malam jadi pekerjaan ini bapak karim lakukan sehari-hari.

Kalau boleh tau ni, bapak kan masih punya keluarga ya di rumah, nah bagaimana sih cara bapak karim membagi waktu untuk keluarga di rumah? Jadi kan bapak karim ini bekerjanya sore sampai malam, maka dari itu waktu bapak karim untuk bapak karim ini bersama keluarganya mulai dari pagi sampai siang.

Selanjutnya menurut bapak karim seberapa penting pendidikan untuk anak atau cucu bapak ? dan juga kenapa bapak tidak menyuruh cucu bapak melanjutkan belajar ke jejang SMA ? jadi alasan bapak ini tidak menyuruh cucunya melanjutkan studi ke jenjang SMA, karena cucunya sangat mengerti dengan keadaan bapak mereka dan pak karim ini.

Jadi kalau boleh tau ya pak, sampai saat ini ada apa tidak pemerintah yang mengasih bantuan ke bapak? Jadi, bapak karim ini beliau mengatakan bahwa tidak pernah mendapatkan bantuan baik itu sembako maupun bantuan lainnya.

Kalau misalkan bapak mendapatkan rezeki ni apakah bapak mau akan menyedekahkan sebagian rezeki bapak untuk orang yang membutuhkan? Jadi kan bapak ini masih membutuhkan atau mengumpulkan uang untuk membangun rumah karena saat ini bapak karim masih ngontrak, nanti kalau juga ada rezeki lebih dan udah punya rumah sendiri bapak ini akan insyaallah akan sering bersedakah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun