Mohon tunggu...
Bhakti Susila
Bhakti Susila Mohon Tunggu... Freelancer

Bhakti Susila, S.AB; adalah alumni jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. Karya Puisi yang dipublikasikan berjudul Pangeran Diponegoro, Ade Irma Suryani, dan Mahabbah di Channel Youtube Pena Artas dan Puisi berjudul “Waktu" di Roli Konten Kreasi tanggal 14 Februari 2020 di aplikasi Roli – Telkomsel

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Kajian Pluralitas dalam Islam

24 Februari 2021   04:41 Diperbarui: 24 Februari 2021   05:04 73 1 0 Mohon Tunggu...

Kajian Pluralitas dalam Islam

Pluralitas berasal dari bahasa Inggris, plural yang berarti kejamakan atau kemajemukan. Pluralitas dalam pandangan Islam, dipahami sebagai suatu ayat (tanda kekuasaan) dari ayat Allah yang tidak tergantikan. Ayat-ayat tersebut berdiri di atas kekuasaan Allah untuk kemaslahatan dan kemanusiaan. Tidak ada satu dimensi dipandang maslahat kecuali dengan adanya dimensi yang lainnya, sehingga terjadi interaksi dan saling kenal yang terus terjadi di antara kelompok umat yang berbeda. Allah berfirman dalam QS. al-Rum ayat 22 yang berbunyi:

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan".

Ayat tersebut secara implisit maupun eksplisit menyatakan ada pengakuan Allah terhadap fakta pluralitas dan menjadi keniscayaan mutlak. Tidak dapat dibayangkan akibat buruk menimpa manusia jika Allah menjadikan sama persis secara keseluruhan. Pluralitas adalah rahmat bagi seluruh makhluk.

Pluralitas tercipta agar setiap individu, suku, bangsa, lebih mudah melakukan ikatan sosial dan pengenalan antara satu dengan yang lain. Alquran menyatakan dalam QS. al-Hujarat (49):13;

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".

Ayat ini menegaskan bahwa perbedaan, keragaman atau pluralitas sosiologis-antropologis digambarkan dengan penciptaan manusia dari jenis laki-laki dan wanita, suku dan bangsa--, dijadikan untuk saling kenal mengenal di antara sesama manusia. Perbedaan menyebabkan manusia untuk saling memahami karakter, budaya, sikap, dan tingkah laku antar sesama manusia. Saling kenal-mengenal menimbulkan masyarakat dinamis yang saling mengisi kekurangan antar satu dan lainnya sehingga tercipta budaya keterbukaan dan saling menghargai dan memahami.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x