Mohon tunggu...
Inspirasiana
Inspirasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Kompasianer Peduli Edukasi.

Kami mendukung taman baca di Soa NTT dan Boyolali. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. Untuk donasi naskah, buku, dan dana silakan hubungi: donasibukuina@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Angelia

30 Maret 2022   06:00 Diperbarui: 3 Oktober 2022   06:06 523
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kata-kata mama terpatri erat dalam hatiku. Tidak akan pernah dapat kulupakan.

Kini, aku mendapat seorang sahabat pena yang baru. Ia mengingatkanku pada Bram.

Surat-suratnya selalu penuh dengan cerita yang menyenangkan. Tetapi, ia minta fotoku juga.

Oh, aku benar-benar menyesal dilahirkan menjadi gadis jelek. Kalau saja aku secantik Kathy, kalau saja senyumku semanis senyum Lisa, kalau saja badanku seramping badan Leli, tentu aku tidak akan keberatan memberikan fotoku kepadanya.

Tetapi kenyataannya? Angelia hanya seorang gadis yang sama sekali tidak bagus. Apakah jika Toto mengetahui keadaanku yang sebenarnya, ia juga akan berbuat yang sama seperti Bram?

Ah, pengalaman pahit itu tidak boleh terulang. Ya, tidak boleh! Aku tidak akan mau memberinya fotoku hanya untuk mengakhiri persahabatan kami.

Apa yang harus kukatakan sebagai alasan untuk menolak permintaannya? Bahwa aku jelek dan dia akan kecewa melihat fotoku?

Oh, tidak boleh! Aku tidak boleh berbuat sebodoh itu. Lalu? Ah, iya, lebih baik aku langsung bertemu dengannya.

Bukankah letak kampus kami hanya bersebelahan? Tentu dia tidak keberatan jika kuundang datang ke kampusku untuk menemuiku.

Ya, sesudah bertemu, dia bebas memilih apakah akan terus bersahabat denganku atau memutuskan persahabatan kami karena kejelekan wajahku. Setidaknya, jika ia tidak mau lagi bersahabat denganku, aku tidak perlu membuang selembar foto dengan sia-sia hanya untuk dihina.

Begitulah, pada hari dan waktu yang disepakati, kami berjumpa di kantin kampus. Aku mengenakan blus, rok, dan sepatu warna krem sesuai janjiku.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun