Mohon tunggu...
Inspirasiana
Inspirasiana Mohon Tunggu... Full Time Blogger - Kompasianer Peduli Edukasi.

Kami mendukung taman baca di Soa NTT dan Boyolali. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. Untuk donasi naskah, buku, dan dana silakan hubungi: donasibukuina@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Artikel Utama

5 Kiat Belajar Bahasa Asing di Usia Dewasa

14 Mei 2021   10:14 Diperbarui: 14 Mei 2021   19:45 1668
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pertama, sugesti diri Anda bahwa Anda bisa
Sebenarnya penghalang utama kemajuan diri kita adalah motivasi diri. Beberapa orang memang kurang berbakat dalam mempelajari bahasa baru. Akan tetapi, jangan pernah mengatakan pada diri Anda sendiri, "Aku pasti tidak bisa belajar bahasa asing!"

Siapa yang membuat kepastian itu? Sudahkah Anda mencoba? Coba dulu, baru nanti lihat hasilnya. Percayalah pada kiat saya ini dengan "sugesti diri Anda bahwa Anda bisa!"

Katakan dalam hati Anda dan di depan cermin, "Aku bisa belajar bahasa ini. Aku tidak bodoh. Tuhan membantuku. Aku akan berusaha." 

Ilustrasi belajar bahasa asing setelah usia dewasa - piqsels.com
Ilustrasi belajar bahasa asing setelah usia dewasa - piqsels.com
Kedua, pelajari hal-hal sederhana dulu
Kiat kedua adalah mempelajari hal-hal sederhana dulu. Saya biasa membuat daftar kosakata yang dipakai dalam hidup sehari-hari. Misalnya: anggota tubuh, kegiatan dari bangun tidur sampai kembali tidur, makanan dan minuman, dsb. 

Cari saja daftar kosakata di internet dengan kata kunci, misalnya "1000 basic German words" atau "500 basic Japanese vocabularies". Bisa juga mengunduh aneka aplikasi di Playstore dan sejenisnya di gawai. 

Ketiga, "jauhi" sementara bahasa ibu dan paksa diri pakai bahasa asing
Kita perlu "menjauhi" sementara bahasa ibu (dan bahasa daerah) dan memaksa diri memakai bahasa asing. Saya menyisihkan beberapa jam untuk belajar bahasa asing dan sama sekali tidak menggunakan bahasa ibu dan daerah saya. 

Saya nonton video YouTube berbahasa Jerman, dengarkan radio Jerman, buka situs berita Jerman, ngomong (sendirian) berbahasa Jerman, dan seterusnya selama katakanlah lima jam sehari. 

Akan lebih baik lagi jika kita mencari sahabat penutur asli atau belajar bersama teman yang sedang mempelajari bahasa yang sama. 

Jika Anda sudah di luar negeri, jangan keseringan jalan dengan orang berbahasa Indonesia. Justru ngobrollah dengan penutur bahasa asing.

Keempat, jangan putus asa atau malu ketika salah berbahasa asing
"Learning is making mistakes". Belajar adalah membuat kesalahan demi kesalahan. Sayangnya, ada beberapa orang yang mudah sekali putus asa dan malu ketika salah berbahasa asing.

Kadang-kadang, keputusasaan atau rasa malu itu juga dipicu guru dan atau teman kursus atau sahabat yang kurang simpatik. Kita kemungkinan besar memang akan ditertawakan atau merasa malu ketika salah berbahasa asing. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bahasa Selengkapnya
Lihat Bahasa Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun