Mohon tunggu...
Inspirasiana
Inspirasiana Mohon Tunggu... Kompasianer Peduli Literasi dan Edukasi

Bagikan tulisan hak cipta kami dalam bentuk artikel Kompasiana. Kami ingin menerbitkan bunga rampai karya dan mendukung taman baca di penjuru tanah air. Artikel di akun ini semoga kelak dapat dibukukan. KRewards sepenuhnya untuk dukung cita-cita literasi. https://linktr.ee/inspirasiana * IG: inspirasianakita * FB: inspirasiana.kita * Twitter: @InspirasianaKi1

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Pembelit Lidah Bahasa Jawa "Berbahan" Kolang-kaling

23 Oktober 2020   12:00 Diperbarui: 23 Oktober 2020   12:04 179 22 4 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pembelit Lidah Bahasa Jawa "Berbahan" Kolang-kaling
Kolang-kaling (Sumber: palu.tribunnews.com)

Suatu ketika dalam cuitannya di Twitter, Wikipediawan pencinta bahasa Indonesia yang juga tercatat sebagai Kompasianer, Uda Ivan Lanin mengajak pengikutnya melenturkan lidah. Pengikutnya diminta mengucapkan secepat mungkin sejumlah kalimat pembelit lidah (tongue twister).

"Bahasa Indonesia: Kuku kaki kakak-kakakku kaku-kaku; Bahasa Jawa: Lor ril ana regol marep ngalor; Bahasa Inggris: The sixth sick sheik's sixth sheep's sick."

Konon, "The sixth sick sheik's sixth sheep's sick" adalah pembelit lidah bahasa Inggris yang tersulit menurut Guinness Book of World Records.

Apa sih Pembelit Lidah itu?

Menurut Wikipedia, pembelit lidah (tongue twister) adalah frasa atau susunan kata yang memiliki kemiripan bunyi sehingga sulit diucapkan secara cepat dengan benar. Kesulitan pengucapan dipengaruhi adanya pengulangan bunyi vokal, pengulangan bunyi konsonan awal dan akhir, dan/atau karena mengandung rima.

Ada dua macam pembelit lidah. Pertama kalimat dengan sedikit kata yang diucapkan berulang-ulang. Kedua kalimat panjang yang hanya perlu diucapkan sekali saja. Pada prinsipnya pengucapan kalimat tersebut harus dilakukan secepat mungkin.

Meskipun terkesan gurauan dan biasa digunakan dalam permainan, sebenarnya pembelit lidah memiliki sejumlah manfaat. Di antaranya sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan seseorang dalam berbicara, terutama dalam bahasa terkait.

Pembelit lidah juga berpotensi dijadikan sarana terapi bicara yang kiranya bermanfaat untuk diterapkan dalam berbagai kondisi. Dalam aktivitas kebahasaan, pembelit lidah konon juga berguna untuk menghilangkan aksen.

Pembelit Lidah dalam Berbagai Bahasa

"Punya yang lain?" demikian tantangan Uda Ivan Lanin menutup cuitannya.

Tak hanya ribuan tanda like, tantangan tersebut juga menuai banyak komentar dan ratusan retweet. Seperti biasa, meskipun tidak saling kenal warga twitter beramai-ramai berbagi keseruan dan pengalaman.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x