Mohon tunggu...
Syaiful W. HARAHAP
Syaiful W. HARAHAP Mohon Tunggu... Blogger - Peminat masalah sosial kemasyarakatan dan pemerhati berita HIV/AIDS

Aktivis LSM (media watch), peminat masalah sosial kemasyarakatan, dan pemerhati (berita) HIV/AIDS

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Di Bengkulu Disebutkan Penularan HIV/AIDS Melalui “Alat Cukur Rambut”, Benarkah?

6 Oktober 2016   10:00 Diperbarui: 6 Oktober 2016   10:04 287
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Amin [Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinis Bengkulu, Amin Kurnia] menambahkan, warga Bengkulu yang terjangkit virus HIV/AIDS ini sebagai besar tertular lewat hubungan seks, alat cukur rambut. Sedangkan balita terjangkit melului orangtuanya. Ini ada dalam berita “Penderita HIV/AIDS Positif di Bengkulu Capai 716 Orang” (beritasatu.com, 4/10-2016).

Jika disebutkan ‘alat cukur rambut’ sebagai media penularan HIV di Bengkulu, maka itu adalah salah satu bentuk moralisasi perilaku sebagian pengidap HIV/AIDS. Sebagai virus, HIV tidak bertahan lama di udara terbuka. Selain itu ‘alat cukur rambut’ tidak bisa menyimpan darah. Kalau pun ada darah di ‘alat cukur rambut’ hanya hitungan detik darah itu sudah mengeras.

Perilaku Berisiko

Sisi lain dari keterangan itu, kalau memang ada bukti bahwa penyebaran HIV/AIDS di Bengkulu melalui ‘alat cukur rambut’, itu artinya banyak warga Bengkulu yang mengidap HIV/AIDS. Maka, angka 716 yang dipublikasi hanya sebagian kecil dari kasus yang ada di masyarakat.  Epidemi HIV/AIDS erat kaitannya dengan fenomena gunung es. Kasus yang terdeteksi (716) digambarkan sebagai puncak gunung es yang muncul ke atas permukaan air laut, sedangkan kasus yang tidak terdeteksi digambarkan sebagai bongkahan gunung es yang ada di bawah permukaan air laut.

Disebutkan bahwa ‘yang terjangkit virus HIV/AIDS ini sebagai besar tertular lewat hubungan seks’. Nah, terkait dengan hal ini ada beberapa fakta yang pantas disimak, yaitu:

Penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual itu terjadi melalui perilaku berisko ini, yakni:

(1) Laki-laki yang pernah atau sering melakukan hubungan seksual tanpa memakai kondom di dalam ikatan pernikahan yang sah dengan perempuan yang berganti-ganti di Provinsi Bengkulu dan di luar Provinsi Bengkulu karena bisa saja salah satu di antara perempuan tsb. juga punya pasangan seks yang lain dengan perilaku seksual yang berisiko.

(2) Perempuan yang pernah atau sering melakukan hubungan seksual di dalam ikatan pernikahan yang sah dengan laki-laki yang berganti-ganti di Provinsi Bengkulu dan di luar Provinsi Bengkulu dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom, karena bisa saja salah satu di antara laki-laki tsb. juga punya pasangan seks yang lain dengan perilaku seksual yang berisiko.

(3) Laki-laki yang pernah atau sering melakukan hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah dengan perempuan yang berganti-ganti di Provinsi Bengkulu dan di luar Provinsi Bengkulu dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom, karena bisa saja salah satu di antara prempuan tsb. juga punya pasangan seks yang lain dengan perilaku seksual yang berisiko.

(4) Perempuan yang pernah atau sering melakukan hubungan seksual di luar ikatan pernikahan yang sah dengan laki-laki yang berganti-ganti di Provinsi Bengkulu dan di luar Provinsi Bengkulu dengan kondisi laki-laki tidak memakai kondom, karena bisa saja salah satu di antara laki-laki tsb. juga punya pasangan seks yang lain dengan perilaku seksual yang berisiko.

PSK Tidak Langsung

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun