Mohon tunggu...
H.I.M
H.I.M Mohon Tunggu... Administrasi - Loveable

Hanya orang biasa yang memiliki 1 hati untuk merasakan ketulusan, 1 otak untuk berpikir bijak dan 1 niat ingin bermanfaat bagi orang lain | Headliners 2021 | Best in Specific Interest 2021 Nominee

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Anak Rewel Saat Perjalanan, Bagaimana Orang Tua Perlu Bersikap?

16 Desember 2022   10:22 Diperbarui: 17 Desember 2022   11:55 989
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi orang tua bersama anak kecil di pesawat.| Dok. Shutterstock/Odua Images via Kompas.com

Pesawat baru saja lepas landas dan lampu tanda sabuk pengaman sudah dimatikan. Seketika saya bersiap istirahat dengan tidur sejenak selama penerbangan yang membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. 

Tidak lama terdengar suara tangis balita dari salah satu kursi penumpang. Sejujurnya saya pun terbangun karena mendengar suara tangisan tersebut. Terlihat ibu sang balita berusaha menenangkan bahkan menggendong si balita ke ekor pesawat. 

Saya memahami bahwa orangtua balita berusaha menenangkan si anak secepat mungkin. Tampak rasa kesungkanan orang tua khawatir tangis anaknya menganggu kenyamanan penumpang lainnya.

Situasi ini kerap terjadi dalam penerbangan yang terdapat penumpang balita. Ketidaknyaman si balita, terbatasnya ruang gerak, lapar, ingin buang air atau bahkan tekanan udara membuat rasa sakit khususnya pada pendengaran.

Teringat ketika saya pertama kali naik pesawat atau saat kondisi pilek. Saya merasakan sakit di gendang telinga saat sudah di ketinggian tertentu dalam pesawat. Bahkan terlalu sakitnya saya sampai mengeluarkan air mata.

Orang Tua Menenangkan Anak Yang Rewel Saat Di Pesawat | Sumber The Asian Parent
Orang Tua Menenangkan Anak Yang Rewel Saat Di Pesawat | Sumber The Asian Parent

Kondisi ini juga terjadi pada banyak penumpang lainnya apalagi jika terbang dalam kondisi pilek. Rasa sakit ini bisa saja yang membuat balita menangis saat di pesawat akibat perubahan tekanan udara. Jadi saya masih memaklumi situasi ini. 

Situasi berbeda sempat terjadi pada pengalaman saya menggunakan kereta Malang-Banyuwangi. Ada penumpang keluarga yang membawa 2 anak kecil sekitar usia 5 dan 3 tahun duduk di dekat kursi saya. 

Kedua anak si penumpang ini sangat aktif bahkan terlalu aktif. Selama perjalanan, kedua anak ini berteriak, berlari kesana-kesini, menangis bahkan mengganggu penumpang lain seperti menarik rambut, baju atau datang ke kursi penumpang lain. 

Saya melihat rasa ketidaknyamanan dari penumpang lain apalagi si orangtua terlalu sibuk dengan rutinitas sendiri tanpa memperhatikan aktivitas si anak. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun