Mohon tunggu...
Syahrial
Syahrial Mohon Tunggu... Guru - Guru Madya

Belajar dari menulis

Selanjutnya

Tutup

Parenting Pilihan

Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak

14 April 2024   00:03 Diperbarui: 14 April 2024   00:41 194
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Dokumen BFI finance 

Anak adalah amanah yang dititipkan Allah kepada setiap orang tua. Mereka dilahirkan dalam keadaan fitrah, bagai kain putih yang bersih tanpa noda. Tugas orang tualah untuk membimbing dan mendidik anak agar tumbuh menjadi insan yang shalih, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat. 

Imam Ibnul Qayyim, seorang ulama besar dari Damaskus, menegaskan betapa besar kewajiban orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Beliau berkata, "Siapa saja yang abai dalam mengajari anaknya perkara yang bermanfaat baginya dan membiarkan anak begitu saja tanpa pengarahan, sungguh orang tua itu telah berbuat buruk kepada anak dengan sangat parah."

Pernyataan ini menunjukkan bahwa mengabaikan pendidikan anak merupakan sebuah kesalahan besar yang dilakukan oleh orang tua. Anak-anak membutuhkan bimbingan dan arahan dari orang tua sejak dini agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat. Mengabaikan pendidikan anak sama halnya dengan membiarkan mereka tumbuh liar tanpa bekal apapun untuk menghadapi kehidupan.

Imam Ibnul Qayyim menambahkan, "Kerusakan kebanyakan anak terjadi disebabkan oleh para orang tua mereka, pengabaian orang tua terhadap anak-anak mereka, dan karena orang tua tidak mengajarkan kewajiban-kewajiban agama kepada anak-anak dan perkara-perkara sunnah."  

Perkataan ini menegaskan bahwa banyak anak-anak yang mengalami kerusakan moral dan akhlak disebabkan oleh kelalaian orang tua dalam mendidik mereka. Orang tua yang tidak mengajarkan nilai-nilai agama dan akhlak mulia kepada anak-anaknya sejak dini telah menyebabkan anak-anak tersebut terjerumus ke dalam kesesatan dan kemungkaran.


Dalam konteks masyarakat modern saat ini, kita dapat melihat banyak fenomena kerusakan moral dan akhlak yang terjadi pada anak-anak dan remaja. Tawuran antar pelajar, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, dan tindakan kriminal lainnya kerap kali menjadi headline berita. Fenomena ini tidak lepas dari kurangnya pendidikan agama dan moral yang diberikan kepada anak-anak sejak dini.  

Lebih lanjut, Imam Ibnul Qayyim berkata, "Mereka telah menyia-nyiakan anak-anak waktu mereka masih kecil, akibatnya anak-anak itu tidak mendapatkan manfaat dengan diri mereka sendiri, begitu pula tidak memberikan manfaat bagi orang tua mereka saat mereka telah menjadi orang-orang dewasa."

Perkataan ini mengingatkan kita bahwa mengabaikan pendidikan anak sejak dini akan berdampak buruk tidak hanya bagi anak itu sendiri, tetapi juga bagi orang tua dan masyarakat secara keseluruhan. Anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang baik akan sulit untuk menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, kita membutuhkan generasi penerus yang berkualitas dan berakhlak mulia. Generasi yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa dan negara. Namun, jika sejak kecil anak-anak tidak dididik dengan baik, maka sulit bagi mereka untuk menjadi generasi penerus yang diharapkan.

Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab setiap orang tua untuk mendidik anak-anaknya dengan sebaik-baiknya. Pendidikan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada pendidikan formal di sekolah, tetapi juga pendidikan akhlak, moral, dan nilai-nilai agama yang harus ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun