Mohon tunggu...
Indra Wildani
Indra Wildani Mohon Tunggu... Lainnya - Sedang Belajar Menulis

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Kota Bandung

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Program Kampus Mengajar, Obati Rasa Rindu Siswa SDS Pasirgede terhadap Masa Sekolah Sebelum Pandemi

8 Agustus 2021   16:48 Diperbarui: 8 Agustus 2021   16:56 221
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Program Kampus Mengajar (KM) di SDS Pasirgede pada masa pendemi disambut hangat pihak sekolah serta masyarakat lingkungan sekitar. Adanya prorgam ini juga membuat peserta didik sedikit terobati terhadap rasa rindunya pada masa-masa sekolah luring serta sebagai penawar kejenuhan belajar mereka di masa pandemi.

Warga masyarakat Pasirgede bersyukur dengan adanya program Kampus Mengajara di daerah mereka, berkat program tersebut masyarakat menjadi lebih terbantu terutama dalam hal ajar-mengajar peserta didik.

Pandemi yang semakin buruk dan tak kunjung mereda ini menyebabkan para orang tua harus ekstra sabar dan kreatif saat menemani anak-anaknya belajar di rumah. 

Tidak sedikit dari mereka mengalami kebingungan saat akan menerangkan materi pembelajaran yang diberikan guru melalui group WhatsApp, sehingga dengan adanya program ini masyarakat Pasirgede merasa sedikit lebih terbantu.

"Alhamdulillah Ibimah adanya program initeh, Ibi kadang bingung harus bagaimana lagi nerangin materi pembelajaran ke anak. Tapi dengan adanya program ini, akan-anak menjadi terbantu karena bisa mengerjakan tugas ke posko saat sore hari" Ujar Bi Usu, salah satu orang tua peserta didik di SDS Pasirgede.

Hadirnya salah satu program yang berasal dari badan Kementrian Pendidikan, Kebuddayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), tentunya juga sangat membantu pihak-pihak sekolah dalam mengelola dan mengorganisir sekolahnya masing-masing, terutama dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik di masa pandemi. 

Sesuai dengan tujuan utama dari program ini, yaitu membantu meningkatkan literasi, numersi, administrasi, dan teknologi sekolah-sekolah yang berada di daerah 3T. Salah satunya Sekolah Dasar Swasta Pasirgede yang berada di Dusun Pasirgede, Desa Cimarias, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Sekolah yang dibangun pada tahun 2012 dan baru beroperasi kurang lebih selama 9 tahunan ini tentunya masih terdapat beberapa sarana dan prasarana yang perlu dilengkapi. Seperti kurangnya ruangan kelas, belum adanya ruangan UKS dan perpustakaan, minimnya media pembelajaran yang digunakan, keadaan sekolah yang cukup gersang, keterbatasan sarana teknologi seperti jaringan wifi dan komputer, serta keadaan peserta didik yang masih memerlukan bimbingan dalam proses numerasi dan literasi terutama bagi kelas-kelas bawah, seperti kelas 3, 2, dan 1.

Dengan adanya program ini, akhirnya para Mahasiswa dapat menjalankan tugasnya masing-masing sesuai dengan slogan yang sering diperdengarkan, yaitu sebagai agen pembawa perubahan (agent of change). 

Seperti di SDS Pasirgede, untuk membenahi berbagai permasalah yang ada ditambah dengan masa pandemi yang cukup menyulitkan dan kondisi ekonomi masyarakat di sana yang belum merata, para Mahasiswa Kampus Mengajar berhasil merancang berbagai program kegiatan yang tentunya bertujuan untuk memajukan sekolah dan meringankan beban para pendidik SDS Pasirgede. 

Program-program yang berhasil dirancang dan terealisasikan dengan baik diantaranya: Perpustakaan Digital; Pojok Baca; Pembuatan Media Pembelajaran; Penghijauan Sekolah; dan Literasi Senja.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun