Mohon tunggu...
Indah Novita Dewi
Indah Novita Dewi Mohon Tunggu... Penulis - Hobi menulis dan membaca.

PNS dan Penulis

Selanjutnya

Tutup

Hobby Artikel Utama

Hobi Suami dan Hobi Istri Sama-sama Penting untuk Menjaga Hidup Tetap Seimbang

20 September 2022   17:00 Diperbarui: 23 September 2022   20:35 1290
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi pasangan menjalani hobi bersama (Sumber: shutterstock)

Kalau saya ingat-ingat dalam perjalanan hidup berumah tangga dengan suami, terkait olahraga kesukaannya ini, bukannya saya selalu menerima dengan senang hati. Tak jarang saya ngomel. Apalagi waktu anak-anak masih kecil. Gondok rasanya kalau dia pergi olahraga di saat saya kerepotan di rumah. Apalagi anak sulung saya, tiap papanya pergi bulu tangkis akan menangis menjerit-jerit kayak ditinggal pergi berjuang ke medan laga.

Demikian juga akhir-akhir ini, sejak seorang teman jatuh lemas saat olahraga bulu tangkis, saya mulai sounding-sounding, "Pa, olahraga bulu tangkis itu kan nguras tenaga, sementara Papa sudah tua. Bagaimana kalau beralih ke tenis lapangan saja. Atau bulu tangkisnya dikurangi."

Suami cuma ketawa, "Mana ada? Itu yang lebih tua dari saya malah lebih lincah kalau main bulu tangkis."

Saya pun manyun. Memang suami saya itu ikut dua klub bulu tangkis, di mana yang satu anggotanya anak-anak muda, sedangkan yang satunya lagi anggotanya kaum senior para pensiunan yang justru lebih semangat kalau main bulu tangkis.

"Iya, kalau begitu dikurangi saja, ya, mainnya," ucap saya. 

"Iya, saya juga tahu batas, kok. Kalau capek pasti berhenti," demikian suami saya berusaha mengurangi kekhawatiran saya. 

Prinsip saya sendiri soal hobi-hobian ini adalah selama suami saya bahagia, tentu akan saya restui. Apalagi dia sudah senang berolahraga sejak belum mengenal saya. Tidak adil kalau saya minta dia menghentikan hobinya. Kalaupun sesekali saya mengingatkan agar ia tidak terlalu memforsir tenaganya, itu lebih karena saya perhatian dan sayang padanya. Uhuy.

Sebaliknya demikian juga dengan saya, memiliki hobi yang sudah dipahami pula oleh suami yaitu menulis dan membaca. 

Sejak sebelum menikah dulu, suami saya pernah membaca cerpen saya yang dimuat di majalah remaja. Dan dia juga sudah tahu saya suka membaca. Pernah dia memberi hadiah ulang tahun berupa sebuah buku buat saya.

Sekarang tiap saya punya proyek menulis, saya juga menceritakan pada suami, saya sedang nulis apa, walaupun tidak terlalu detail. Kalau saya sedang membaca apa, dia pasti tahu karena buku yang saya baca pasti geletakan di mana-mana. Suami juga tidak terlalu usil melarang hobi saya.

Kalau sebatas mengingatkan, memang pernah, yaitu saat saya dulu menjadi content creator (cc) sebuah situs online. Nulis di situs online ini kan harus banyak, sehari harus 10 artikel walau hanya artikel pendek-pendek (sekitar 350 kata). Walaupun pendek tapi kan mikir juga, di satu sisi saya juga punya pekerjaan pokok. Jadilah kadang saya nulis sampai malam-malam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Hobby Selengkapnya
Lihat Hobby Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun