Mohon tunggu...
Indah Novita Dewi
Indah Novita Dewi Mohon Tunggu... Penulis - Hobi menulis dan membaca.

PNS dan Penulis

Selanjutnya

Tutup

Diary Artikel Utama

Geng Sekolah, Tak Ada yang Abadi

30 April 2021   23:15 Diperbarui: 12 Mei 2021   05:10 540
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Teman-teman se-geng sekolah biasanya memiliki kenangan pertemanan yang indah (Sumber: Olia Nayda/Unsplash)
Teman-teman se-geng sekolah biasanya memiliki kenangan pertemanan yang indah (Sumber: Olia Nayda/Unsplash)

Kalau geng SMP saya dulu terdiri dari empat orang. Yang dua belum terlacak, sedangkan yang satu lagi sahabat saya masih ada di grup SMP. 

Nah, kalau di SD saya termasuk anak yang ceria, di SMP saya berubah jadi pendiam. Kenapa? Entahlah. Ya, nggak pendiam-pendiam banget sih, tapi lebih pendiam daripada di SD.

Dulu geng SMP saya mungkin adalah geng terculun, karena sama-sama pendiam tak banyak bicara jika dengan teman luar geng. Tapi kalau sedang berempat saja, tentu saja ngobrol seru juga. 

Nah, dengan si Tyas, teman se-geng SMP, saya suka ngobrol di grup (Walau pas SMP culun, sekarang setelah jadi emak-emak nggak ada lagi kamus culun ya, hahaha). 

Ngobrol serunya juga dengan salah satu kawan yang semasa SMP dulu malah kurang akrab dengan kami, jadilah serasa ada geng bentukan baru. Geng emak-emak ribut, hahaha. Sekarang karena kesibukan, Tyas jarang nongol di grup, tapi jika kangen kami japrian.

Geng sekolah semasa SMA, ada enam orang. Saya mengalami masa-masa menyenangkan dengan geng saya itu. Selain di sekolah suka main sama-sama, kami juga suka berenang bersama (walaupun saya pakai gaya batu), berlibur ke tempat-tempat wisata, saling traktir makan di resto tiap ada yang ultah, nginep di rumah temen, bikin mie instan rame-rame, nonton film bareng-bareng, dan masih banyak lagi.

Sekarang geng SMA tinggal lima karena yang seorang meninggal saat duduk di bangku kuliah. Sisanya lima orang, semuanya ada di grup SMA. 

Entah mengapa keempat sahabat saya itu jarang juga nongol di grup dan saya juga tak lagi merasakan kehangatan dan keceriaan yang dulu mewarnai hari-hari kami di sekolah. Perbedaan prioritas dan kesibukan telah mengubah teman-teman saya menjadi orang yang sangat dewasa. 

Sedangkan saya masih kembali 17 tahun tiap menyapa di grup SMA, hahaha. Mak, ngaca, Mak ...

Mungkin teman-teman saya tak salah. Mereka tetap baik. Mereka juga selalu menjawab japrian saya dan menjawab dengan hangat tiap saya menghubungi. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun