Mohon tunggu...
Ikrom Zain
Ikrom Zain Mohon Tunggu... Content writer - Teacher

Hanya seorang pribadi yang suka menulis. Tulisan lain bisa dibaca di www.ikromzain.com

Selanjutnya

Tutup

Travel-story Artikel Utama

Kisah Harta Karun Anak Kecil di Pantai Batu Bengkung

24 April 2018   07:05 Diperbarui: 25 April 2018   04:43 0 7 6 Mohon Tunggu...
Kisah Harta Karun Anak Kecil di Pantai Batu Bengkung
Dokumentasi Pribadi

Jalan panjang menuju langit biru
Tiba-tiba kulihat seorang anak
Yang menemukan harta karun di dalam sana
Alangkah senang dan hati gembira

Anak kecil yang telah memasuki usia hampir kepala tiga ini telah menemukan harta karunnya. Bukan sekotak perhiasan emas, seorang putri raja, atau bahkan singgasana kedudukan jabatan yang paripurna. Namun, hanya seonggok kebahagiaan kecil dari penatnya rutinitas sehari-hari yang seakan tak pernah berhenti.

Sebuah mimpi dari anak kecil ini adalah mengunjungi pantai di suatu akhir pekan. Ia berpikir penghujung musim pancaroba adalah waktu yang tepat untuk mewujudkan mimpi tersebut. Frekuensi badai yang tinggi, hujan deras disertai gemuruh, angin kencang di wilayah kota membuat banyak orang enggan berwisata. Di tengah pesimisme masyarakat kota menatap buruknya cuaca, sang anak kecil justru menarik kesimpulan bahwa badai memang akan terjadi di kota, namun tak akan menyentuh pantai.

Sebagai langkah konkret untuk mewujudkan mimpinya, sang anak kecil lantas mengajak dua orang temannya untuk turut serta merasakan suasana pantai yang ia impikan. Maka, di penghujung pagi mereka pun berangkat. Membelah jalan, melewati lembah dan perbukitan hingga sampai di ujung persimpangan jalan lintas selatan yang bermula dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

 Menurut legenda penduduk sekitar, daerah yang terkenal dengan akronim Sumawe ini adalah pintu masuk menuju harta karun berupa rangkaian garis pantai dengan pecahan ombak menggelegar dengan angin kencang yang membuat hati tak lagi berderap kencang.

Pengunjung pantai-pantai di Malang Selatan berfoto di atas jembatan JLS - Dokumentasi Pribadi
Pengunjung pantai-pantai di Malang Selatan berfoto di atas jembatan JLS - Dokumentasi Pribadi
Perahu motor yang melaju di sekitar muara pantai selatan Malang - Dokumentasi Pribadi
Perahu motor yang melaju di sekitar muara pantai selatan Malang - Dokumentasi Pribadi
Diantara sekian pilihan pantai di jalan yang mulus itu, anak kecil tersebut lantas memutuskan untuk memilih sebuah pantai bernama Batu Bengkung. Ia penasaran dengan batu yang menjadi nama pantai ini. Timbul pertanyaan dalam dirinya apakah ia akan mendapat harta karun berupa batu atau ada harta karun lain yang ia dapat.

Selamat Datang di Pantai Batu Bekung - Dokumentasi Pribadi
Selamat Datang di Pantai Batu Bekung - Dokumentasi Pribadi
Tak perlu waktu lama, ia lantas memarkir kendaraannya yang tak jauh dari bibir pantai. Ia melihat anak-anak kecil seusianya yang mulai berfantasi dengan teman-temannya di atas karang. Bukan, bukan untuk bunuh diri karena tekanan hidup teramat sulit yang secara tak terduga dirasakan anak-anak milenial. 

Hanya sekedar mengabadikan momen kebahagiaan yang jika dua puluh tahun lalu mereka lakukan dengan bermain layang-layang. Merasakan wanginya angin dan padang pasir di sore hari, alangkah senang dan hati gembira yang mereka rasakan.

Anak-anak kecil berusia hampir kepala tiga sedang asyik berfoto di atas karang - Dokumentasi Pribadi
Anak-anak kecil berusia hampir kepala tiga sedang asyik berfoto di atas karang - Dokumentasi Pribadi
Sang anak kecil lantas mengajak teman-temannya untuk pergi ke sisi lain dari pantai ini. Berada di balik sebuah gugusan barang karang, ia lantas bersorak kesenangan. Ternyata, ia menemukan rangkaian batu karang yang sangat panjang. Batu karang ini memagari tepian pantai dengan sedikit cekungan. Air laut masuk dengan malu-malu melalui cekungan tersebut. Membuat sebuah genangan air yang bisa dijadikan sebuah kolam renang mini. 

Ah rasanya, ia ingin sekali melepas baju dan hanya mengenakan celana dalam untuk segera menceburkan diri. Seperti yang ia lakukan bersama sang teman sepulang sekolah di Kali Metro. Tapi ia lantas tersadar, usianya tak lagi anak-anak. Ia hanya bisa memandang kecut dan berharap di suatu hari nanti bisa mengajak istri dan anak bermain di sana. Entah, kapan impian itu bisa terwujud.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2