Mohon tunggu...
Ikhlas Prasongko
Ikhlas Prasongko Mohon Tunggu... Administrasi - IT/Pendaki/Fotografer

Penikmat kata/gambar/nada

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Gunung Rinjani buat Pendaki Junior

25 Oktober 2022   06:25 Diperbarui: 28 Oktober 2022   10:40 1021
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saat istirahat muncul pikiran yang mengganggu, apakah pendakian di tahun 2013 akan terulang? Setelah berjalan 4 jam dari Plawangan Sembalun akhirnya puncak bayangan sebagai titik terakhir dan harus turun karena cuaca yang tidak kunjung bersahabat. Padahal puncak tinggal 300 meter lagi.

Saat ini posisinya juga sama, di puncak bayangan. Banyak pendaki lain yang berlindung dari angin yang meraung-raung di balik batu-batuan setinggi orang dewasa. Ada sekitar 30 pendaki duduk berdekatan di area sempit ini. Ada porter yang membawa ranting kayu sejak dari Plawangan kemudian dibakar. Panas apinya memang bisa menghangatkan badan pendaki-pendaki yang mulai menggigil karena kedinginan. Hampir setengah jam menunggu dan berharap alam bermurah hati memenuhi harapan pendaki yang ingin menginjakkan kaki di puncak.

Ada yang tidak bersabar, ada yang kecapekan atau ada yang tidak tahan dingin kemudian turun ke Plawangan. Di kondisi seperti ini instuisi dan tekad menentukan keselamatan dan keberhasilan sebuah pendakian. Instuisi mengatakan cuaca ini tidak se-ekstrim pendakian-pendakian sebelumnya. Angin memang kencang tapi dinginnya tidak sampai membuat jari beku dan lidah jadi kelu. Kabut memang tebal tapi tidak mengganggu, hanya mengurangi jarak pandang. Tidak gerimis, tidak ada sambaran petir. Pendakian ke puncak masihlah aman, tapi akan menjadi medan terberat.  

Untuk menguji instuisi ini, kebetulan ada pendaki manca yang melanjutkan trek terakhir dengan menerobos kabut menuju puncak. Trek terberat karena selain pasir berbatu, tanjakan konsisten tanpa ada tempat untuk berlindung apabila mau istirahat. Jika dua pendaki manca tidak kembali dalam kurun waktu 15 menit, maka trek terberat ini memungkinkan buat pendaki lain untuk mengikutinya sampai ke puncak.

Sedangkan tekad, tergantung dari Sirhan & Zaidan. Sebenarnya mau menanyakan ke mereka, pendakian mau dilanjut atau tidak. Tapi kawatir pertanyaan itu bisa malah bisa membuat mereka demotivasi.  Akhirnya saya tawarkan 2 opsi. Opsi pertama pendakian ke puncak dilanjut dan opsi kedua  turun ke Plawangan. Besoknya pendakian ke puncak dicoba lagi dengan harapan cuaca sudah lebih baik.

Biarlah mereka berdua yang memutuskan sendiri. Belajar untuk menentukan keberhasilan diri sendiri. Ini adalah pelajaran kelima dan sebagai pamungkas di pendakian ini.

Tidak sampai 15 menit dari pendaki manca melanjutkan pendakian, 3 pendaki lokal menyusul. Sirhan dan Zaidan memilih opsi pertama. Pendakian ke puncak dilanjut dan saya mengikuti mereka dari belakang.

img-20220623-062712-1024x577-6358e090d3aa0f61cc7a56f2.jpg
img-20220623-062712-1024x577-6358e090d3aa0f61cc7a56f2.jpg
Kaki kian berat melangkah, nafas terengah-engah dan tubuh makin lemah. Mulut tak sanggup mengucap, lidah serasa beku. Doa hanya dalam hati

Tiada daya dan kekuatan selain dari-Mu, Allah yang Maha Perkasa.

Pendaki manca dan 3 pendaki lokal sudah tidak kelihatan, berarti mereka sudah sampai di puncak. Pikirku semata hanya untuk membangkitkan semangat diri sendiri. Di depan yang nampak hanya Sirhan yang Zaidan. Sementara di belakang pendaki lain masih jauh. Samar-samar dan kadang hilang karena tertutup kabut yang tebal.

Setengah jam dari puncak bayangan, dua pendaki manca sudah turun dan memberitahukan jika puncak sudah dekat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun