Mohon tunggu...
Ikhlas Prasongko
Ikhlas Prasongko Mohon Tunggu... Administrasi - IT/Pendaki/Fotografer

Penikmat kata/gambar/nada

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Gunung Rinjani buat Pendaki Junior

25 Oktober 2022   06:25 Diperbarui: 28 Oktober 2022   10:40 1021
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Pilihan menggunakan kapal ferry ini ingin merasakan pengalaman yang berbeda. Karena di pendakian sebelumnya selalu menggunakan transportasi bus atau pesawat. Sebenarnya ada 3 kapal ferry, Selain Kirana VII ada Batu Layar dan Oasis. Pilihan menggunakan Kirana VII karena kapal ini relatif baru. Ukurannya lebih kecil dibanding Oasis atau Batu Layar. Tapi info yang didapat di internet managemen-nya lebih bagus.

Persiapan semua sudah ok dan family di Seula juga sudah dihubungi. Malam terakhir sebelum pemberangkatan, orang tua Zaidan dan Syafik kumpul di rumah untuk persiapan terakhir sebelum pemberangkatan. Kami baru diinfo jika kondisi Syafiq lagi kurang fit. Mengkonsumsi suplemen dan vitamin sangat dibutuhkan untuk mengembalikan stamina.

Selesai packing, keril semua ditimbang. Milik saya 15kg, Sirhan 13 kg, Zaidan 11 kg dan Syafiq 8kg. Perlengkapan yang dibawa tenda 5p, kompor, nesting, 5 botol gas, 4 sleeping bed, 3 matras dan logistik untuk 4 hari di gunung.

Hari Pertama.

Kapal berangkat tepat jam 14:00. Setengah jam kemudian melewati bawah jembatan Suramadu. Kemudian menyusuri pesisir pantai utara Jawa Timur. Signal operator kadang masih bisa ditangkap dengan baik. Sebenarnya di kapal juga ada fasiltas wifi, tapi karena dipakai banyak penumpang koneksinya jadi kurang bagus.

Hari Kedua

Kapal Kirana VII merapat di dermaga Lembar pukul 13:30.  Turun dermaga langsung dijemput kendaraan yang disewa untuk mengantarkan ke Suela. Tapi sebelumnya pesan tiket kapal untuk kepulangan. Kantornya tidak jauh dari dermaga.

Pukul 17:00 sampai di rumah family di Suela yang dekat dengan Kebon Raya Lemor. Jaraknya dengan Sembalun tidak sampai 1 jam. Hawanya sejuk tapi tidak begitu dingin. Karena besok pagi sudah mulai pendakian, malam pertama di Suela dipergunakan sebaik-baiknya untuk istirahat. Terutama buat Syafiq agar kondisinya besok pagi tambah membaik.


Hari ketiga

Setelah sarapan langsung berangkat. Ketemu jalan raya disambut dengan kendaraan pick-up yang mengantarkan ke Sembalun. Ongkosnya Rp 30.000 per orang. Di perjalanan beberapa kali berhenti untuk menaikkan atau menurunkan penumpang penduduk lokal. Sampai di Sembalun, rombongan diantarkan ke POS untuk regristrasi dan cek barang bawaan. Sopir bersedia menunggu, start pendakian nanti di Bawak Nao, jaraknya cuma 10 menit apabila naik kendaraan.

Dok pribadi
Dok pribadi
Saat cek barang bawaan, beruntung tidak perlu bongkar semua keril seperti pendaki lainnya. Pengecekan tujuan utamanya hanya untuk mencatat barang bawaan. Terutama barang yang berpotensi sebagai sampah. Karena saat turun nanti harus ditunjukkan sampahnya. Rincian barang bawaan ditulis oleh petugas pengecekan, kemudian list difoto dan hasilnya ditunjukkan ke petugas regristasi. Prosesnya cuma 15 menit. Cukup singkat dan praktis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun