Mohon tunggu...
Ika NurilFaizah
Ika NurilFaizah Mohon Tunggu... Lainnya - Mahasiswa PGSD

Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Selanjutnya

Tutup

Ruang Kelas

Pentingnya Memahami Karakteristik Peserta Didik Sekolah Dasar

30 November 2020   16:07 Diperbarui: 30 November 2020   16:15 1894
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ruang Kelas. Sumber Ilustrasi: PAXELS

ESSAY

Pentingnya Memahami Karakteristik Peserta Didik Sekolah Dasar

Essay ini disusun guna memenuhi tugas Ujian Tengah Semester mata kuliah Bimbingan dan Konseling SD

Dosen pengampu: Naili Rofiqoh, S.Psi., M.Si.

Disusun Oleh:

Ika Nuril Faizah (191330000485)

3 PGSD A2

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NADHATUL ULAMA

2020

PENDAHULUAN

Pembelajaran di Sekolah Dasar (SD) merupakan suatu pondasi untuk melanjutkan pembelajaran ke jenjang selanjutnya. Pentingnya pembelajaran di SD harus memerlukan pertimbangan dari berbagai pihak calon peserta didik dengan pendidikan di sekolah dasar. Setiap peserta didik pastinya memiliki memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda, sehingga perlakuan yang sama terhadap semua peserta didik akan mengakibatkan kurang maksimal dalam proses pembelajaran.

Oleh sebab itu, sebelum melakukan kegiatan pembelajaran, pendidik harus memahami karakteristik peserta didik di sekolah dasar terlebih dahulu agar pendidik dapat merancang rencana pelaksanaan pendidik secara optimal dan baik, sehingga pendidik dapat dengan mudah untuk mengelola segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran, strategi pengelolaan, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan pembelajaran. 

Tahap ini dilakukan untuk menjamin bahwa program pembelajaran akan sesuai dengan profil peserta didik agar tujuan yang diharapkan dapat tercapai. Maka dari itu, essay ini akan membahas tentang pentingnya memahami karakteristik peserta didik dan cara untuk memahami karakteristik peserta didik di sekolah dasar.

PEMBAHASAN

A. Karakteristik Peserta Didik Sekolah Dasar

Karakteristik perkembangan peserta didik di sekolah dasar dapat dipilah menjadi dua macam yaitu perkembangan pada aspek jasmaniah dan perkembangan pada aspek mental. Pada aspek jasmaniah, peserta didik telah memiliki kematangan sehingga mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. 

Pada aspek mental yang meliputi perkembangan intelektual, bahasa, sosial, emosi, dan moral keagamaan. Peserta didik sekolah dasar secara intelektual berada pada tahap perkembangan operasional konkret (kelas I-V) dan operasional formal (kelas VI), yang memiliki kecenderungan belajar bersifat konkret integratif dan hierarkis. 

Dari aspek bahasa, mereka telah mampu membuat kalimat sempurna, bahkan kalimat majemuk, dan juga dapat mengajukan pertanyaan. Dari aspek sosial, peserta didik di sekolah dasar mulai membentuk ikatan baru dengan teman sebaya dan mulai mampu menyesuaikan diri sendiri kepada sikap bekerjasama (Madjid: 2014; 7-8). 

Secara emosi mereka mulai belajar mengendalikan dan mengontrol ekspresi emosinya. Sedangkan pada aspek moral, peserta didik di sekolah dasar sudah dapat mengikuti peraturan atau tuntutan dari orang tua atau lingkungannya, bahkan di akhir jenjang sekolah dasar mereka telah mampu memahami alasan yang mendasari suatu peraturan (Syamsu dalam Ahmad Susanto, 2013: 74-76).

B. Pentingnya Memahami Karakteristik Peserta Didik

Dengan memahami peserta didik secara baik, diharapkan bagi pendidik untuk dapat memberikan layanan pendidikan yang tepat dan bermanfaat bagi masing-masing peserta didik (Uno, 2011; 261). Selain itu, pentingnya memahami dan memenuhi kebutuhan perkembangan peserta didik di sekolah dasar bagi guru, yaitu sebagai berikut: 1) Kita akan memperoleh ekspektasi yang nyata tentang anak dan remaja; 2) Pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak membantu kita untuk merespons sebagaimana mestinya pada perilaku tertentu pada seorang anak; 3) Pengetahuan tentang perkembangan anak akan membantu mengenali berbagai penyimpangan dari perkembangan moral; 4) Dengan memperlajari perkembangan anak akan membantu memahami diri sendiri (Sumantri, 2013: 71).

Untuk memahami karakteristik peserta didik perlu dilakukan identifikasi terlebih dahulu. Identifikasi karakteristik peserta didik perlu dilakukan berdasarkan landasan  yuridis dan teoritik. Peraturan pemerintah No. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan "Bahwa pengembangangan pembelajaran dilakukan dengan memperhatikan; tuntutan, bakat, minat, kebutuhan, dan kepentingan siswa" (Peraturan Pemerintah. Standar Nasional Pendidikan. 2005). Secara teoritik siswa berbeda dalam banyak hal yang meliputi perbedaan fitrah individual (Salim, 1978; 22). Disamping perbedaan latar belakang keluarga, sosial, budaya, ekonomi, dan lingkungan.

Salah satu ciri kegiatan belajar mengajar adalah terjadinya interaksi antara guru dan peserta didik. Masing-masing memiliki tugas yang saling mendukung. Peserta didik bertugas untuk belajar dan guru bertugas mendampingi peserta didik dalam belajar. Namun, guru juga berperan sebagai fasilitator yang harus memahami karakter dan gaya belajar peserta didik, karena setiap peserta didik pastinya memiliki karakter dan gaya belajar yang berbeda. Seperti sebagain peserta didik memiliki otak yang mampu menyerap banyak informasi sekaligus, dan ada juga yang hanya mampu menyerap informasi sedikit demi sedikit (Meriyati, 2015: 8). Dalam kegiatan belajar mengajar, peserta didik diharapkan mencapai tujuan pembelajaran tertentu yang meliputi tujuan umum dan tujuan khusus. Oleh karena itu, guru sebagai pendesain pembelajaran harus memahami dan mempertimbangkan karakteristik peserta didik baik sebagai individu maupun kelompok, dan agar mencapai standar keberhasilan proses belajar mengajar secara optimal.

C. Cara Memahami Karakteristik Peserta Didik

Guru memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan. Untuk mengenal dan memahami karakteristik peserta didik. Guru dapat melakukan cara sederhana untuk mengatahui karakteristik peserta didik dan bagaimana sikap peserta didik terhadap mata pelajaran dengan melakukan beberapa cara berikut: 1) Observasi, dilakukan secara informal dengan mengamati perilaku peserta didik. Perilaku yang diamati adalah perilaku secara umum dan perilaku yang berkaitan dengan cara dan kebiasaan peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran; 2) Wawancara, cara ini hampir sama dengan observasi dan memiliki tujuan untuk mengetahui karakteristik peserta didik. Wawancara dapat dilakukan guru seperti mengobrol ringan dengan peserta didik, tetapi bermakna untuk menggali informasi; 3) Pre-tes, dilakukan dengan cara memberi kuisioner kepada peserta didik. Cara ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik peserta didik, dan untuk mengetahui kemampuan yang sudah dimiliki oleh peserta didik.

Jika cara ini mengungkapkan bahwa peserta didik memiliki sikap yang apatis terhadap program dan isi pembelajaran, maka guru dapat menggunakan kombinasi antara media dan motode pembelajaran yang tepat untuk memotivasi dan menarik minat peserta didik agar terlibat dalam aktivitas pembelajaran. Namun, peseta didik sekolah dasar memiliki karakteristik yang berbeda, ia senang bermain, bergerak, bekerja kelompok, senang merasakan atau melakukan segala sesuatu secara langsung, dan peserta didik sekolah dasar cenderung memiliki tingkat berpikir konkret. Untuk itu guru perlu mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan, memberikan kesempatan peserta didik untuk terlibat langsung dalam pembelajaran, serta memanfaatkan media yang tepat dan dapat memberikan pengalaman belajar yang bersifat nyata kepada peserta didik. Untuk menghadapi kelas dengan peserta didik yang variatif, maka guru dapat melakukan aktivitas pembelajaran yang bersifat umum dan yang dapat diterima oleh semua peserta didik yang berada di kelas.

Perhatian tentang karakteristik umum peserta didik pada dasarnya dapat membantu guru untuk mendesain pembelajaran yang bisa mengakomodasi kebutuhan belajar peserta didik sekolah dasar yang juga memfasilitasi peserta didik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan dan menciptakan program pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik. Pemahaman tentang karakteristik peserta didik juga memudahkan guru untuk memperoleh gambaran yang menyeluruh tentang peserta didik yang akan menempuh program pembelajaran (Alfin, 2014: 195-196).

Ada empat faktor yang harus diperhatikan pendidik untuk memahami maupun menganalisis karakter peserti didik sebelum melaksanakan program pembelajaran, yakni sebagai berikut:

1. Karakteristik Umum

Karakteristik umum pada dasarnya menggambarkan tentang kondisi peserta didik seperti usia, kelas, pekerjaan, dan gender (Pribadi, 2011: 42). Karakteristik peserta didik merupakan ciri khusus yang dimiliki masing-masing peserta didik baik sebagai individu maupun kelompok yang digunakan sebagai pertimbangan dalam proses pengorganisasian pembelajaran dan ciri tersebut dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan pencapaian tujuan belajar. Karakteristik umum terdiri dari: 1) Perkembangan Fisik yang meliputi empat aspek yaitu sistem syaraf, otot-otot, kelenjar endokrin, dan struktur fisik/tubuh (Sanjaya, 2013: 259); 2) Perkembangan Psikomotorik, meliputi gerakan tubuh, koordinasi, dan keahlian motorik khusus (Salkind, 2010: 87); 3) Perkembangan Akademik, menggunakan tahap perkembangan kognitif menurut Piaget yang melipui: Tingkat sensori motor pada umur 0-2 tahun, Tingkat pra operasional pada umur 2-7 tahun, Tingkat operasional konkrit pada umur 7-11 tahun (Riyanto, 2013: 123).

2. Kemampuan Awal

Kompetensi dan kemampuan awal menggambarkan tentang pengetahuan dan keterampilan yang sudah dan belum dimiliki seseorang sebelum mengikuti program pembelajaran (Pribadi, 2011: 44). Kegiatan ini berguna untuk mencapai hasil akhir peserta didik. Kemampuan awal peserta didik mencakup berbagai hal seperti: 1) Taraf intelegensi; 2) Daya kreativitas; 3) Kemampuan berbahasa; 4) Kecepatan belajar; 5) Sikap terhadap tugas belajar; 6) Minat dalam belajar; 7) Perasaan dalam belajar; 8) Kondisi mental dan fisik.

3. Gaya Belajar

Gaya belajar menggambarkan tentang kecenderungan seseorang dalam memberi respons terhadap sebuah stimuli (Pribadi, 2011: 45). Klasifikasi gaya belajar individu didasarkan pada kemampuan dalam memahami jenis informasi tertentu yaitu gaya belajar: 1) auditif; 2) visual; 3) kinestik (DePorter, 2009: 110).

4. Motivasi

Motivasi dapat diartikan sebagai kondisi yang dapat mendorong individu untuk melakukan suatu tindakan dalam rangka mencapai tujuan atau bahkan menghindarinya. Motivasi dibagi menjadi dua kategori, yaitu: 1) motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang didorong oleh faktor pekerjaan yang disukai atau diminati seseorang; 2) motivasi ekstrinsik, yaitu motivasi yang didorong bukan karena tugas atau pekerjaan melainkan faktor eksternal dalam bentuk imbalan atau reward.

PENUTUP

Karakteristik perkembangan peserta didik di sekolah dasar dapat dipilah menjadi dua macam yaitu perkembangan pada aspek jasmaniah dan perkembangan pada aspek mental. Pada aspek jasmaniah, peserta didik telah memiliki kematangan sehingga mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya. Pada aspek mental peserta didik meliputi perkembangan intelektual, bahasa, sosial, emosi, dan moral keagamaan.

Pendidik diharuskan untuk memahami karakteristik peserta didik, karena dengan pemahaman karakteristik peserta didik akan memudahkan pendidik untuk menentukan tujuan, metode, media pembelajaran, dan materi pelajaran yang dapat digunakan untuk memfasilitasi proses belajar mengajar. Untuk memahami karakteristik peserta didik, pendidik dapat melakukan cara observasi, wawancara, dan pre-tes. Pendidik perlu memperhatikan beberapa faktor karakteristik peserta didik yang meliputi: 1) karakteristik umum; 2) kompetensi/kemampuan awal; 3) gaya belajar; dan 4) motivasi.

DAFTAR PUSTAKA

Bhreisy, Salim. 1978. Riyadus Sholihin. Bandung: Al Maarif.

DePorter, Bobbi dan Mike Hernacki. 2009. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Terjemahan Alwiyah Abdurrahman Original Tittle Quantum Learning: Unleashing the Genius in You. Cetakan ke- 27. Bandung: Kaifa.

Madjid, Abdul. 2014. Pembelajaran Tematik-Terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Meriyati. 2015. Memahami Karakteristik Anak Didik. Lampung: Fakta Press IAIN Raden Intan Lampung.

Peanturan Pemerintah. 2005. Standar Nasional Pendidikan.

Pieget, Jean dan Barbel Inhelder. 2010. The Psychology of Child. Terjemahan Mifatahul Jannah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pribadi, Benny A. 2011. Model Assure untuk Mendesain Pembelajaran Sukses. Jakarta:  Dian Rakyat.

Riyanto, Yatin. 2013. Paradigma Baru Pembelajaran sebagai Referensi bagi Guru Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkualitas Cetakan ketiga. Jakarta: Prenada Media Group.

Salkind, Neil J. 2010. Teori Perkembangan Manusia Pengantar Menuju Pemahaman Holistik Cetakan kedua. Bandung: Husa Media.

Sanjaya, Wina. 2013. Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran Cetakan keenam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Susanto, Ahmad. 2013. Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Uno, Hamzah B, dan Mohamad Nurdin. 2011. Belajar dengan Pendekatan Pembelajaran Aktif Inovatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Prastowo, Andi. 2014. Pemenuhan Kebutuhan Psikologi Peserta Didik SD/Mi Melaui Pembelajaran Tematik-Terpadu. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar. Vol 1. No. 1.

Alfin, Jauharoti. 2014. Analisis Karakteristik Siswa pada Tingkat Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar. Surabaya: UIN Sunan Ampel.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ruang Kelas Selengkapnya
Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun