Mohon tunggu...
M Ijlal Rafi
M Ijlal Rafi Mohon Tunggu... Sociological Imagination

Jakarta State Islamic University

Selanjutnya

Tutup

Analisis

Lingkungan Tak Layak Warga Desa Medali

28 Juni 2020   10:30 Diperbarui: 29 Juni 2020   17:13 9 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Lingkungan Tak Layak Warga Desa Medali
global-news.co.id

Resource Mobilization termasuk ke dalam teori new social movements yang muncul sebagai respon dari teori gerakan lama seperti Political Opportunity karena kurang komprehensif dalam menjelaskan gerakan sosial temporer yang berkembang sampai saat ini. Pendekatan mobilisasi sumber daya adalah organisasi-organisasi gerakan memberikan struktur mobilisasi yang sangat krusial bagi aksi kolektif dalam bentuk apapun. 

Singkatnya, pendekatan ini menyatakan gerakan sosial muncul sebagai konsekuensi dari bersatunya para aktor dalam cara-cara yang rasional, mengikuti kepentingan-kepentingan mereka, dan adanya peran sentral organisasi serta para kader dan pemimpin ‘professional’ untuk memobilisasi sumber-sumber daya yang ada pada mereka [1]. 

Pada hari Jum`at tanggal 7 Oktober 2016, ratusan warga Desa Medali, Kecamatan Puri, Mojokerto melakukan aksi unjuk rasa untuk menuntut penutupan pabrik pengolahan karet yaitu PT Bumi Nusa Makmur (BNM) yang telah berdiri selama 8 tahun. Massa aksi yang tergabung dalam masyarakat peduli lingkungan (MPL) melakukan unjuk rasa di depan pabrik karet PT BNM..Massa aksi ingin sekali menutup paksa jika tuntutannya tidak terpenuhi, dengan membawa batu dan semen untuk menutup saluran pembuangan limbah yang menuju ke sungai.

Massa aksi sangat geram dengan pendirian pabrik karet PT BNM yang membuang limbah nya ke sungai sehingga membuat warga sekitar aliran sungai mengalami gatal-gatal dan membuat persawahan warga juga ikut tercemar. Air sungai yang telah tercemar juga mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat. Gerakan ini merupakan gabungan dari belasan desa seperti Desa Brayung, Kintelan, Sumolawang, Plososasi, Tampungrejo, Puri, Ketemasdungus, dan Desa Medali yang paling parah tercemar pembuangan limbah pabrik karet PT BNM. 

Semua desa itu bersatu dan mewujudkan gerakan sosial demi memulihkan kembali kondisi lingkungannya seperti sedia kala. Warga dari semua desa tersebut ingin sekali menutup pabrik karet PT BNM agar air yang menjadi kebutuhan krusial sehari-hari mereka tidak tercemar limbah dan tidak merusak persawahan yang dapat membuat kualitas dan kuantitas panen mereka menjadi menurun. Hal ini membuktikan bahwa setiap warga yang terlibat dalam gerakan penutupan pabrik karet PT BNM telah melalui proses perhitungan keuntungan dan kerugian secara rasional yang dapat mempengaruhi kepentingan hidup mereka masing-masing.

Resource Mobilization Theory melihat bahwa gerakan sosial memang membutuhkan pemimpin profesional untuk memobilisasi sumber daya yang mereka punya agar perubahan yang diinginkan dapat terwujud. Peran pemimpin dalam gerakan sosial sangatlah penting, karena ia yang mengatur sumber daya dalam kelompoknya agar dapat dikerahkan secara maksimal. 

Dalam gerakan penutupan pabrik karet PT BNM tentunya tidak terlepas dari sosok pemimpin yang memberikan instruksi kepada warga dari belasan desa, instruksi yang diberikan bertujuan untuk memobilisasi massa sebanyak-banyaknya agar terlibat ke dalam gerakan tersebut. Salah satu pemimpin dari gerakan ini adalah ketua MPL (Masyarakat Peduli Lingkungan ) Mojokerto Muhammad Akib Makrufin. 

Selain itu, terdapat juga tokoh masyarakat dari berbagai desa yang terlibat dalam gerakan ini. Para pemimpin tersebut akan menggunakan jaringannya untuk mengerahkan dan mengontrol massa agar selalu kompak. Mereka menggaet instansi-instansi terkait untuk mempermudah proses regulasi hukum agar penutupan pabrik karet PT BNM dapat segera dilaksanakan dan menyiapkan langkah-langkah lanjutan jika tuntutannya tak kunjung dipenuhi.

Kerangka resources mobilization ini menjelaskan dua aspek sekaligus. Pertama, mengenai sumberdaya fisik, non-fisik, ataupun finansial yang dimiliki oleh sebuah gerakan seperti bangunan, uang, pengetahuan, atau keahlian tertentu. Sumber daya tersebut bisa dikontrol baik secara individual maupun kolektif oleh kelompok. 

Kedua, mobilisasi merupakan suatu proses tak terpisahkan yang para aktornya berusaha memanfaatkan sumber daya yang mereka miliki untuk mencapai tujuan dari gerakan [2]. Gerakan penutupan pabrik karet PT BNM mendesak Satpol PP untuk menindak tegas dengan menyegel pabrik, desakan tersebut dilakukan karena Satpol PP memiliki wewenang untuk menutup pabrik. Tetapi jika Satpol PP tidak segera bertindak, maka warga akan melakukan aksi susulan yang lebih banyak mendatangkan massa untuk menutup paksa pabrik. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x