Mohon tunggu...
UNZURNA
UNZURNA Mohon Tunggu... Konsultan - Hamba Allah

Tentang Apapun Yang Sedang Kamu Perjuangkan Saat Ini, Semoga Allah SWT Memudahkan dan Melancarkan Usahamu Untuk Mencapainya. Amin

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Dialog Islam dan Negara

6 Mei 2019   10:15 Diperbarui: 6 Mei 2019   13:22 140
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kritik ini telah memicu perdebatan, dan bahkan dikecam dikalangan intelektual dan aktivis Islam. Namun banyak kalangan juga mengapresiasikan pendapat Nurcholish Madjid tersebut. 

Dalam keadaan realitas tersebut telah menunjukan adanya perbedaan pandangan dikalangan masyarakat muslim itu sendiri, ada yang berani terbuka dengan pemikiran-pemikiran moderat dan progresif, dan disebagian lainnya lebih memilih konsevatif terhadap pandangan-pandangan baru.

islam-5ccfa54d7d1b9052485a7d57.jpg
islam-5ccfa54d7d1b9052485a7d57.jpg
Terhadap perbedaan pandangan dimaksud, Prof. Kuntowijoyo dalam bukunya yang berjudul "Islam Sebagai Ilmu", telah membangun kritik pula bahwa terhadap gerakan "Islamisasi Pengetahuan" sudah mulai harus ditinggalkan menjadi gerakan "Pengilmuan Islam", dimaksudkan supaya subjektif agama itu berubah menjadi sifat objektif ilmu. 

Dengan demikian, setiap perbedaan yang terjadi dikalangan masyarakat muslim itu sendiri sudah tidak lagi diartikan untuk membeda-bedakan menjadi berkelompok-kelompok atau bergolongan-golongan, melainkan perbedaan itu diterima menjadi suatu pengetahuan.

Skenario Politik Islam

Misalnya seperti perbedaaan pandangan politik yang terjadi dewasa ini, dimana sebagian masyarakat muslim menghendaki bahwa agama dan politik itu tidak dapat dipisahkan, sedangkan disebagian masyarakat lainnya menghendaki bahwa agama terpisah dengan politik. 

Terhadap gerakan politik yang mendukung pemisahan antara agama dan politik tersebut, pastinya akan mendapat kecaman sosial dengan tuduhan kafir. 

Terhadap polemik tersebut, jika disikapi dengan ilmu maka akan diketahui landasannya. Sebab, terdapat tokoh Islam yang mendukung adanya pemisahan agama dengan politik, yakni Mohammad Husein Haikal.

Mereka menyatakan bahwa kedaulatan tertinggi memang ada hanya pada Allah, namun Tuhan Yang Maha Esa bijaksana telah menambahkan manusia menjadi khalifah dimuka bumi serta memberikan panduan dasar dan kaidah umum. 

Kelompok ini berpendirian bahwa dalam Islam tidak terdapat ketatanegaraan, tetapi terdapat seperangkat tata nilai etika bagi kehidupan bernegara. 

Dengan demikian pandangan politik yang menghedaki adanya pemisahan antara agama dan politik sudah tidak perlu lagi dihakimi pertentangannya, karena sama-sama bersumber dalam ilmu Islam.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun