Mohon tunggu...
Ida Raihan
Ida Raihan Mohon Tunggu... Penulis - Ibu Rumah Tangga yang suka menulis

A Blogger | A Writer | A Mother | http://www.idaraihan.com | Email: idaraihan@gmail.com | Twitter/Instagram: @idaraihan | Sempat menulis di beberapa buku Antology keroyokan, duet dalam buku Motovasi "TKW Menulis". Juga sempet menulis Solo di Novel, "Cintaku di Negeri Jackie Chan"

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Agar Nyawa Tidak Segera Dicabut, Kenalan Dong Sama Orang Dalam Tuhan

30 Oktober 2022   16:04 Diperbarui: 30 Oktober 2022   16:24 137
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber image: Modifikasi Canva

"Kamu cari kerja kek, betah amat hidup begini-begini aja."

"Ya buat apa, kehidupan ini kan cuma fana, rumah yang sesungguhnya di akhirat nanti."

Kehidupan fana, Sepakat sih, tetapi ketika manusia telah dianugerahi kehidupan hingga dewasa, menikah lalu memiliki keturunan, bukankah tidak luput dari kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, selama masih di dunia? Rumah, kendaraan, simpanan harta, dan sebagainya. 

Biaya hidup bukan sekadar makan dan minum saja. Ada biaya-biaya lainnya yang sangat banyak. Yang mana, semua itu adalah bagian dari hal-hal yang mendukung kebahagiaan kita melanjutkan hidup di dunia. Walau bagaimana, kita butuh memenuhi semua tuntutan hidup, butuh bahagia di kehidupan yang pendek ini.

 

Lalu, ketika kita sedang memperjuangkan itu semua, tiba-tiba ada yang nyeletuk, "buat apa sih ngumpulin uang mulu? Kayak mau dibawa mati saja."

"Buat apa sih pengen kaya? Saat kita mati, kita tidak butuh apa-apa."

"Emang yakin bakal panjang umur?"

 

Gemas gak sih?

Kematian adalah rahasia Tuhan, kita tidak pernah tahu kapan, bagaimana, dan di mana akan mati. Tidak ada yang menduga ratusan supporter Aremania akan meninggal dunia di saat pertandingan sepak bola baru usai. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun