Mohon tunggu...
Anabella Pinka Sindhikara
Anabella Pinka Sindhikara Mohon Tunggu...

Mahasiswa yang Biasa Saja

Selanjutnya

Tutup

Tekno Pilihan

Sandisk Ultra Dual Drive m3.0, Sahabat "Travelling"

21 April 2018   14:00 Diperbarui: 21 April 2018   14:22 810 0 0 Mohon Tunggu...

Seorang backpacker tentu tidak akan lepas dari  istilah  mengabadikan kenangan sepanjang kaki melaju. Ketika menjadi seorang wisatawan, satu langkah ke depan sudah merupakan pengalaman baru di sebuah tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Kemudian, traveller pasti akan tergugah untuk segera mengambil satu dua gambar sebagai kenang-kenangan atau sekadar dokumentasi semata. Ditambah saat ini teknologi yang canggih memungkinkan siapapun dapat menciptakan gambar bagus hanya dengan segenggam handphone saja.

Begitu pun dengan saya yang seorang pelancong backpacker dan suka menjelajahi belahan dunia lain pasca mendalami perkuliahan selama satu semester. Dokumentasi menjadi hal terpenting dalam daftar rencana perjalanan saya. Selain sebagai bahan unggahan di media sosial, dokumentasi juga menjadi bukti akurat bahwa saya pernah menapakkan kaki di suatu wilayah. Rasanya seiring berkembangnya zaman, tujuan utama seseorang datang ke tempat wisata bukan lagi untuk mencari hiburan tetapi menjadikan nya tempat foto dengan latar belakang yang menarik. Dan itu lah yang sering saya lakukan. 

Namun, bagaimana jika semua dokumentasi itu tiba-tiba hilang dari gadget kita? Atau memorinya tidak dapat menampung semua foto kita yang sangat banyak? Saya pernah mengalaminya ketika pertama kali mencoba menjadi seorang backpacker. Kala itu padatnya jadwal, lelahnya tubuh, ditambah suhu udara yang menusuk praktis membuat saya tidak dapat banyak berkutik dan berpikir jernih. 

Kasut yang dikenakan sehari-hari saja sudah cukup berat karena tebal, jadi tidak mungkin saya membawa laptop sebagai tambahan barang bawaan saya untuk penyimpanan data. Hingga saya tidak sadari, gadget saya sudah tidak sanggup lagi menampung banyaknya kenangan selama perjalanan. Kemudian tiba-tiba saja di malam kedua, gadget saya mati tanpa alasan dan kabar. Sungguh rasanya saat itu saya hendak menangis.

Pengalaman buruk tersebut membawa pelajaran penting untuk eksperimen perjalanan saya berikutnya. Tidak ingin liburan menjadi sia-sia, maka saya melakukan riset penting sebelum berangkat untuk melancong lebih jauh lagi. Saya mencari alat praktis yang dapat menolong memori handphone saya, tapi harus kompatibel dengan perjalanan yang serba fleksibel. Dan saya menemukan si mungil ini yang benar-benar menolong saya

https://youtu.be/3VS8xbww9_M

Namanya adalah SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 . Produk keluaran SanDisk ini mampu terkoneksi langsung dengan Android saya yang setia menjadi dokumenter setiap perjalanan saya. Sekarang sudah tidak khawatir lagi terhadap data yang hilang atau memori penuh. Karena setiap malam sebelum mengakhiri perjalanan pada hari itu, saya langsung memindahkan semua foto dan video dari Android ke dalam SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 yang memiliki kapasitas 16, 32, 64, hingga 128GB.

Disamping itu, Ultra Dual Drive m3.0 ini juga memiliki kecepatan sampai 150MB/s. Sehingga ketika saya membuat video dengan durasi cukup panjang dan memakan banyak memori, proses transfer tetap dapat berjalan cepat dan lancar. Sandisk juga menyediakan kemudahan dengan aplikasi SanDisk Memory Zone yang dapat membuat saya melihat, mengakses, dan back up hanya dengan satu aplikasi serta dapat di download gratis di Google Play store. Mudah kan?

Begitulah salah satu pengalaman terburuk saya ketika kehilangan data. Kamu punya masalah yang sama? Yuk traveller, jangan lupa bawa SanDisk Ultra Dual Drive m3.0  disetiap kisah perjalananmu! Sandisk Solusi Penyimpanan ku!

VIDEO PILIHAN