Mohon tunggu...
Humas Lapas Cilegon
Humas Lapas Cilegon Mohon Tunggu... Lembaga Pemasyarakatan Cilegon

Sejarah berdirinya Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Cilegon yang dibangun pada tahun 2010 oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI dan diresmikan pada tanggal 17 Agustus 2012 oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, Bpk Amir Syamsuddin. Terletak di jalan Cikera Kp. Koweni Desa Kalitimbang Kec. Cibeber Kota Cilegon dengan luas areal sekitar 48.250 m2, sebelah Utara berbatasan dengan perkebunan milik warga setempat, sebelah Timur bebatasan dengan perkebunan milik warga setempat, sebelah Barat berbatasan dengan pemukiman warga, sebelah Selatan berbatasan dengan pemukiman warga. VISI : Menjadikan Lapas yang terpercaya dalam memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan MISI : 1. Menjadikan sistem perlakuan humanis yang memberikan rasa aman, nyaman, dan berkeadilan; 2. Melaksanakan pembinaan, perawatan, dan pembimbingan untuk mengembalikan narapidana menjadi warga negara yang aktif dan produktif ditengah-tengah masyarakat; 3. Membangun karakter dan mengembangkan sikap ketaqwaan, sopan santun, dan kejujuran pada diri narapidana; 4. Memberikan pelayanan, perlindungan, dan pemenuhan terhadap hak-hak warga binaan pemasyarakatan dan keluarga/ warga masyarakat yang berkunjung.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Kepada Media, Lapas Cilegon Jelaskan Upayanya Putus Rantai Covid-19

7 Oktober 2020   11:03 Diperbarui: 7 Oktober 2020   11:03 66 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kepada Media, Lapas Cilegon Jelaskan Upayanya Putus Rantai Covid-19
Kalapas Cilegon (Masjuno) pres release antisipasi penyebaran Covid 19 di lapas cilegon dengan media (Foto: Raja Umar FR/lapascilegoncom)

Kompasiana.com - Cilegon, Berbagai cara untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19, dari mulai menyemprotkan disinfektan dan mensosialisasikan serta menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam kehidupan sehari-hari yang dilakukan pemerintah dan masyarakat, Tak terkecuali lapas kelas II kota Cilegon.

Saat di temui awak media di selah-selah kesibukannya sebagai kepala lapas kelas II kota Cilegon, Selasa (06/10/20), Masjuno menyatakan bahwa pihaknya jauh sebelum adanya lockdown atau PSBB, kita sudah melakukan antisipasi penyebaran Covid 19.

"Kita sudah melakukan upaya upaya bijaksana, antisipatif dan pendekatan terhadap korona dengan melakukan simulasi, simulasi kita laksanakan bukan berharap ada, tapi itu bentuk antisipasi, organisasi dan dimanapun bisa terpapar Corona" ungkapnya.

Lanjutnya, sejauh ini kita lakukan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan, jika di luar ada gugus tugas kalau di sini ada satgas covid 19, jika ada wargabinaan yang akan bebas baik asimilasi atau bebas karna sudah waktunya kita lakukan isolasi terlebih dahulu.

"kita buat blok isolasi mandiri, katakanlah itu karantina terakhir sebelum keluar dari lapas dan jika ada wargabinaan yang baru setelah putus pengadilan kita isolasi mandiri juga," ujar Masjuno.

Blok isolasi mandiri Lapas Cilegon saat penyemprotan disinfektan oleh PMI Kota Cilgon (Foto: Purwawinata/lapascilegoncom)
Blok isolasi mandiri Lapas Cilegon saat penyemprotan disinfektan oleh PMI Kota Cilgon (Foto: Purwawinata/lapascilegoncom)

Masjuno menerangkan bahwa pelayanan kepada masyarakat di lapas masih berjalan, kita bersama-sama mencari solusi terbaik untuk tetap memberikan pelayanan terutama kunjungan.

"selama kunjungan masih ada namun dengan kunjungan virtual dalam bahasa sederhananya" terang Masjuno.

sumber : www.lapascilegon.com

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x