Mohon tunggu...
Ety Supriyatin
Ety Supriyatin Mohon Tunggu... Lainnya - Anaknya guru, Istrinya guru, ibunya guru, kakaknya guru πŸ€”

Menulis apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. β– JUST BE MYSELFβ– 

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Hujan Pledoi, Hujan Air Mata

30 Januari 2023   08:30 Diperbarui: 30 Januari 2023   09:28 212
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Manusiawi
Sangat manusiawi
Tak seorangpun yang mau hidup dalam ruang berjeruji besi
Meski kesalahan sebesar apapun
Mereka punya hak membela diri
Upaya pledoi disertai hujan air mata
Sangat manusiawi

Biarkan hukum yang bicara
Kita bicara dengan doa semoga jera
Ingat cerita seorang kakek renta yang disuruh mengantarkan payung
Ternyata terselip narkoba
Dan kakek itu dipenjara

Hujan air mata pengiring pledoi
Bukanlah rekayasa mencari belas kasihan semata
Mereka hanya menuntut hak
Menangis dari hati yang paling dalam
Menghadapi ruang jeruji besi yang siap dihuni
Sebagai tempat introspeksi dan evaluasi

Baca juga: Bersama Hujan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun