Mohon tunggu...
ETY SUPRIYATIN
ETY SUPRIYATIN Mohon Tunggu... Lainnya - Anaknya guru, Istrinya guru, ibunya guru, kakaknya guru πŸ€”

Menulis apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. β– JUST BE MYSELFβ– 

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Usia Lima Puluh Tahun, Tetap Enerjik

19 November 2022   07:40 Diperbarui: 24 Desember 2022   18:57 168
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lyfe. Sumber ilustrasi: FREEPIK/8photo

Senyum-senyum sendiri ketika melihat tema terkait usia 50 tahun. Tertarik untuk berbagi, saya langung menulis. Tahun ini saya berusia 50 tahun karena lahir di tahun 1972. Artinya 50 tahunnya lebih 7 bulan. Saya sih nggak merasa kinyis-kinyis, hanya saja orang bilang masih enerjik. Dan belum ubanan.

Kalau untuk perawatan wajah, saya pakai masker alami saja. Yaitu putih telur dicampur madu sebagai pengencang kulit wajah. Untuk mencerahkan dan kelihatan putih bersih, saya menggunakan tepung tapioka yang dilarutkan. Kadang juga dicampur dengan madu atau putih telur sekalian. Jadi nggak perlu ke salon-salon kecantikan atau perawatan wajah khusus yang mahal biayanya.

Untuk perawatan tubuh nggak butuh peralatan kesehatan yang mahal-mahal. Cukup dengan olahraga ringan atau jalan kaki. Jadi nggak harus ke sanggar-sanggar senam seperti yang teman-teman lain lakukan.

Baca juga: Harga Tiwul, Wow!


Selain cara-cara di atas, ada beberapa tips yang mungkin bisa pembaca lakukan untuk lebih terlihat awet muda :

Perbanyak makan sayuran hijau. Kalau buah-buahan sesekali saja bolehlah.

Bangun tidur minum air putih satu gelas. Kalau kuat bisa juga dua gelas.

Tidur jangan terlalu malam, kecuali tanggung menulis buat kompasiana, hehe...

Selalu berpikiran positif, tidak kepo dengan urusan orang lain kecuali ada yang curhat permasalahan dan ingin membantu cari solusi.

Hindari pikiran-pikiran negatif terhadap orang lain. Hal semacam itu hanya akan menguras energi dan merusak hati serta pikiran kita.

Sering bersilaturahmi, dengan saudara atau teman. Dengan demikian bisa saling berbagi informasi atau yang lainnya sehingga merangsang otak untuk bekerja. Beda dengan ketika berdiam diri di rumah maka pikiran akan beku.

Lakukan kegiatan apa saja yang bersifat positif. Bagi ibu-ibu seusia saya biasanya ikut kegiatan PKK, pengajian-pengajian, atau perkumpulan lain yang di dalamnya kadang ada acara piknik atau rekreasi untuk penyegaran pikiran.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun