Mohon tunggu...
Geraldo Horios
Geraldo Horios Mohon Tunggu... Lainnya - 没有人 v ホセ

Writing to expand my cup and reducing stress

Selanjutnya

Tutup

Inovasi Artikel Utama

Mungkinkah MyPertamina dan PeduliLindungi Menjadi Super App?

1 Juli 2022   04:30 Diperbarui: 4 Juli 2022   11:07 932 68 18
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi (Pertamina)

Mulai 1 Juli diberlakukan peraturan untuk menggunakan aplikasi MyPertamina saat membeli Pertalite dan Solar. Selain itu, sejak 27 Juli Pemerintah memberlakukan peraturan membeli minyak goreng curah melalui PeduliLindungi. Peraturan yang diberlakukan menimbulkan respon yang beragam baik positif dan negatif. 

Respons negatif diberikan karena menilai merepotkan masyarakat karena harus mengakses via MyPertamina dan PeduliLindungi terlebih dahulu. Masyarakat Indonesia terutama generasi tua masih kurang untuk literasi digital. Lapisan bawah masyarakat juga berkemungkinan tidak memiliki smartphone yang kompatibel.

Tentu saja menanggapi respons negatif tersebut, ada cara lain untuk mengaksesnya:

1. Pertamina memberikan kelonggaran dengan cara mengakses website MyPertamina yakni subsiditepat.mypertamina.id.

2. Masyarakat dapat membeli minyak goreng curah dengan menulis NIK.

Meskipun mitigasi respon negatif sudah ada, muncul pertanyaan di publik Twitter "mengapa harus aplikasi? Tidak semua hal harus dibuat aplikasi!".

Komentar ini menimbulkan rasa ingin tau dan imajinasi saya. Apa mungkin MyPertamina dan PeduliLindungi menjadi super app? 

Isu PeduliLindungi menjadi super app pasca pandemi sudah muncul sejak Januari 2022 yang bisa dilihat dari artikel Katadata.

Artikel tersebut menyampaikan bahwa PeduliLindungi bisa saja diintegrasikan dengan layanan asuransi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk menjadi aplikasi kesehatan. 

Melihat dan mengukur semua kemungkinan yang terjadi, saya berspekulasi kemungkinan MyPertamina dan PeduliLindungi menjadi super app dengan beberapa asumsi sesuai gambar dan penjelasan berikut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan