Mohon tunggu...
Rony Tamat
Rony Tamat Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Penulis

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Peziarahan Manusia Mencari Kebahagiaan Sejati

17 April 2021   12:35 Diperbarui: 17 April 2021   13:31 373
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Filsafat. Sumber ilustrasi: PEXELS/Wirestock

Sokrates

            Kebahagiaan merupakan ‘jiwa yang baik’, yang membuat diri manusia secara menyeluruh tumbuh dan berkembang, serta menjadi sebaik mungkin. Definisi Sokrates ini mau menunjukkan bahwa kebahagiaan merupakan cermin dari jiwa yang baik.

c. Thomas Aquinas

            Kebahagiaan merupakan pencapaian Kebaikan Tertinggi. Secara jelas bahwa pemikiran Thomas Aquinas di sini lebih menekankan pada aspek religiusitas. Dan pemikiran Thomas Aquinas di sini lebih bernafaskan pada teologi Kristen. Jadi, Kebaikan Tertinggi menurut Thomas Aquinas adalah Allah.

            Jadi, singkat kata kebahagiaan merupakan keadaan di mana segala macam pencarian, permenungan, dan kebutuhan manusia itu tercapai dengan baik. Keadaan yang bebas yang menuntut manusia tumbuh dan berkembang secara menyeluruh pada dirinya sendiri. Itulah sebabnya manusia selalu merindukan atau mendambakan kebahagiaan dalam hidupnya.

 Mencapai Kebahagiaan

            Ketika bahagia menjadi tujuan hidup manusia dan juga menjadi kerinduan manusia, maka manusia dituntut untuk mencapai kebahagiaan itu. Lalu, bagaimana cara mencapai kebahagiaan itu? Ini merupakan pertanyaan besar bagi manusia dalam mencapai kebahagiaannya. Sebab, bahagia tidak hanya sebatas pada konsep saja. kebahagiaan harus dicapai dengan tindakan.

            Sebagaimana manusia adalah makhluk sosial, tentu ia tidak hidup sendirian. Ia membutuhkan orang lain atau Liyan dalam kehidupannya. Jadi, manusia bukan saja semata-mata makhluk individual melainkan juga makhluk sosial. Menurut Plato manusia dalam kodratnya adalah makhluk sosial yang hidup dalam Negara (polis).

            Plato mengajarkan bahwa:

Manusia hendaknya mencapai hidup yang baik (eudaimonia) atau kebahagiaan. Namun, hidup yang baik tidak mungkin kecuali dalam polis. Kalau hanya sendiri, niscaya kebahagiaan tidak akan dicapainya.

            Secara tersirat Plato hendak menyampaikan bahwa untuk mencapai kebahagiaan, manusia memerlukan kehadiran orang lain. Hal ini terbukti, sebab manusia hidup dengan sesama dalam lingkungan hidupnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun