Mohon tunggu...
Hilma MaulalFatwa
Hilma MaulalFatwa Mohon Tunggu... pribadi

writing is my world

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Pendidikan Kewirausahaan di Tingkat Dasar sebagai Fondasi Awal Menuju Generasi Emas Indonesia Maju

26 Januari 2021   23:29 Diperbarui: 26 Januari 2021   23:36 25 0 0 Mohon Tunggu...

Bukan sebuah wacana baru jika Indonesia telah mendedikasikan diri untuk menjadi negara generasi emas pada tahun 2045 mendatang. Bertepatan dengan satu abad kemerdekaan, Indonesia terus merencanakan pembangunan pendidikan dalam perspektif masa depan, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkualitas, maju, mandiri, dan modern, serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa. 

Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan nasional secara keseluruhan. Dalam konteks demikian, pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai dimensi yang sangat luas, yaitu dimensi sosial, budaya, ekonomi dan politik.

Salah satu persoalan yang menghambat kemajuan suatu negara di dunia internasional juga mengenai standarisasi pendidikan yang belum sinkron dengan perencanaan pendidikan jangka panjang atas pembangunan pendidikan yang bersifat strategis dan visioner mengikuti perkembangan global yang sedikit banyak juga berdampak pada perkembangan laju ekonomi di suatu negara. 

Dalam menyongsong generasi emas pada tahun 2045 terdapat poin-poin penting yang perlu diperhatikan untuk mewujudkan impian dan cita-cita tersebut, salah satunya adalah  dengan peningkatan kualitas pendidikan dan perkembangan ekonomi berkelanjutan. Karena untuk memperoleh kehidupan masyarakat yang baik dan pembangunan  berkelanjutan diperlukan pemerolehan pendidikan berkualitas sebagai dasar utama untuk menghasilkan generasi manusia Indonesia yang relius, cerdas, produktif, andal dan komprehensif melalui layanan pembelajaran yang prima seperti penanaman pendidikan kewirausahaan pada tingkat dasar.

Menurut Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5) dalam buku pengantar kewirausahaan mengenukakan bahwa, "An entrepreneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the purpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resources to capitalze on those opportunities". Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya-sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan.

Dari pengertian diatas kemudian memunculkan paradigma baru mengenai kewirausaan yang diimplementasikan dalam dunia pendidikan atau biasa disebut dengan pendidikan kewirausahaan. Tujuan dari pendidikan kewirausahaan ini sendiri adalah untuk membentuk karakter manusia secara utuh guna memiliki pemahaman dan keterampilan yang komprehensif. Pada dasarnya, pendidikan kewirausahaan dapat diimplementasikan secara terpadu dengan sistem pendidikan di sekolah. 

Pendidikan kewirausahaan sendiri dapat diinternalisaikan melalui beberapa aspek pendidikan yakni;  pendidikan kewirausahaan yang terintegrasi dalam seluruh mata pelajaran, pendidikan kewirausahaan yang terpadu dalam kegiatan extra kurikuler, pendidikan kewirausahaan melalui pengembangan diri, perubahan pelaksanaan pembelajaran dari teori ke praktik, pengintegrasian pendidikan kewirausahaan dalam bahan /buku ajar, pengintegrasian pendidikan kewirausahaan melalui kultur sekolah, dan pengintegrasian pendidikan kewirausahaan melalui muatan lokal.

Dari pengintegrasian pendidikan kewirausahaan dengan beberapa aspek yang telah disebutkan diatas, menunjukkan pendidikan kewirausahaan secara universal mampu mewujudkan pendidikan yang berkualitas tinggi sebagai salah satu sasaran global dalam mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan. Pendidikan memang bukanlah persoalan yang mudah, apabila ditanam mulai sekarang maka baru dapat dirasakan hasilnya pada 10 hingga 20 tahun mendatang. 

Maka dari itu, bangsa Indonesia harus bersinergi dan terus berupaya, persoalan-persoalan dapat dipecahkan bersama-sama dengan berkolaborasi. Guru adalah kunci, mereka merupakan mutiaranya agent of change karenanya pendidikan yang bermutu harus terus diupayakan oleh semua pihak. Salah satunya dengan penanaman karakter kewirausahaan sejak dalam pendidikan dasar yang diperkirakan mampu membentuk pola pikir dan karakter peserta didik untuk mewujudkan generasi emas 2045 (100 tahun Indonesia Merdeka).

VIDEO PILIHAN