Mohon tunggu...
Hawin Fizi Balaghoni
Hawin Fizi Balaghoni Mohon Tunggu... Aktivis Kemanusiaan -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Alumni Universitas Negeri Surabaya. Pedagang Kecil dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Menulis Menjadi Hobi - Traveler - Marketing.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat Pilihan

Ontologi Mahasenduro Part 12

22 Juli 2018   12:04 Diperbarui: 22 Juli 2018   12:08 446
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Usia Bukanlah Masa Depan

Setiap dari kita tentu mendambakan memiliki masa depan yang cerah. Tetapi definisi masa depan memiliki arti yang amat beragam. Saya mengartikan masa depan itu bukanlah titik dimana kita menjadi Tua nanti. Sebab Usia bukanlah ukuran apakah kita sudah sampai di masa depan atau belum. Asumsi tentang ini ingin saya sampaikan sejak lama, Sebab paradigma tentang masa depan sering tanpa terdefinisikan dengan jelas, dan hanya menjadi obrolan angan-angan. 

Ketika masa depan itu hanya soal dimensi waktu,  maka akan sangat sempit, kemudian apa-apa tentang masa depan hanya akan tersampaikan menjadi sajian klasik. Masa depan adalah perjalanan sebuah proses dimana setiap jiwa pasti mengalaminya. Di tengah proses itu yang menarik untuk kita cerna adalah karya, keringat, tekad, keajaiban, dan ketakjubpan kita kepada pencipta.

Ada cerita filosofi hidup tentang seorang pemuda yang bertanya kepada seorang kakek. Seorang pemuda duduk termenung memikirkan masa depannya, bertanya-tanya seperti apa masa depan dan bagaimana cara meraihnya. Merasa tidak menemukan jawaban, dia berjalan ke taman dan melihat seorang kakek tua yang sedang duduk di atas sebuah kursi taman. 

Dia berfikir bahwa kakek tua itu mungkin dapat memberikan jawaban atas apa yang ingin diketahuinya karena kakek itu tentu sudah jauh melangkah dan telah melihat masa depan secara nyata dengan umurnya yang sudah lanjut. Dengan perlahan dia berjalan menghampiri dan menyapa sang kakek, kemudian duduk di sebelah sang kakek. Merasa yakin akan menemukan jawabannya, dia pun memulai pembicaraan.

" Kakek tentu telah melewati banyak hal. Kakek tentu telah melihat masa depan dari masa muda kakek. Kalau saya boleh tahu, apa itu masa depan dan bagaimana cara untuk meraihnya? Jujur saya binggung akan masa depan saya."

Sambil tersenyum kakek itu menjawab, "saya juga pernah muda seperti kamu. Pada saat muda, saya juga merasa binggung akan masa depan saya dan bagaimana meraihnya. Dulu saya cenderung berfikir akan masa depan saya, akibatnya saya selalu khawatir dan membuang waktu hanya untuk memikirkannya. Sampai saya sadar bahwa masa depan bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan."

" Bukankah masa depan adalah hal yang penting dan harus dipikirkan dari sekarang?"

" Kamu benar. Masa depan adalah hal yang penting. Tapi pernahkah terfikir olehmu, saat kita mengkhawatirkan masa depan -- satu hal yang belum pasti -- dan kita melupakan masa sekarang. Tanpa kita sadari sesungguhnya masa depan itu sendiri tidak pernah ada dan apa yang disebut oleh banyak orang dengan masa depan sesungguhnya adalah masa sekarang."

" Mengapa kakek berkata demikian?" tanya seorang pemuda.

" Menurutmu apakah mungkin akan ada masa depan tanpa masa sekarang? Bukankah masa depan adalah buah dari masa sekarang?. Seumur hidup saya sampai sekarang akhirnya saya benar-benar sadar bahwa masa sekarang adalah masa depan saya. Oleh karena itu, saya bertindak sebaik-baiknya dan berusaha melakukan yang terbaik untuk hari ini." Jawab kakek.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Filsafat Selengkapnya
Lihat Filsafat Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun