Mohon tunggu...
Hery Supriyanto
Hery Supriyanto Mohon Tunggu... Warga net

Liberté, égalité, fraternité ││Sapere aude ││ Iqro' bismirobbikalladzi kholaq ││www.herysupri.com

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

Dua Keunggulan dalam Satu Kolaborasi

15 Desember 2011   17:05 Diperbarui: 25 Juni 2015   22:13 158 0 1 Mohon Tunggu...

Suatu komputer dengan perangkat keras (hard ware) yang cukup canggih belum bisa dikatakan unggul jika tidak disertai dengan perangkat lunak (soft ware) yang unggul pula. Dua perangkat tersebut satu sama lain saling menunjang dan melengkapi agar dapat berjalan optimal. Suatu bentuk apresiasinya adalah pengakuan dari masyarakat dengan penggunaan yang luas komputer tersebut dalam satu paket.

Pada tanggal 24 Desember 2011 sampai dengan 7 Januari 2012 di Dunia Fantasi (Dufan), Ancol akan diadakan pementasan Musikal Laskar Pelangi. Dalam hal ini Dufan berperan sebagai perangkat kerasnya. Sepertikita ketahui bahwa Dufan mempunyai wahana Ramashinta Hall yang cukup canggih. Hall ini mempunyai ruangan yang cukup luas dan panggung yang artistik, ditambah lagi dengan perangkat multimedia yang lengkap. Pendek kata Ramayana Hall sangat reseprentatif dalam segala pementasan seni yang dikemas moderen.

Sedangkan Musika Laskar Pelangi (MLP) berperan sebagai perangkat lunaknya. Laskar Pelangi memang sungguh fenomenal . Hal ini berawal dari novel karya Andrea Hirata yang menceritakan perjuangan pendidik dan terdidiknyaatas perjuangan meraih mimpi. Bahwa mempunyai mimpi yang mulia harus dikejar dan diperjuangkan dengan sungguh-sungguh dengan sikap pantang menyerah walau dalam kondisi apapun. Yang dahulu hanya berupa mimpi tidaklah mustahil untuk diwujudkan dalam kenyataan dan itulah yang terjadi pada anak-anak yang tergabung di laskar pelangi. Pesan inilah yang ingin disampaikan ke khalayak bahwa kita harus bersemangat meraih mimpi. Sederhana tetapi penuh makna.

Dalam bentuk novel, laskar pelangi memperoleh sambutan yang luar biasa, dan masuk katagori buku best seller nasional. Setelah itu Laskar Pelangi diangkat kelayar lebar, dan memperoleh apresiasi yang luas di masyarakat. Saat ini Film Laskar Pelangi memperoleh peringkat pertama film nasional yang paling banyak ditonton di gedung bioskop, sekitar 4,6 juta penonton. Setelah itu Laskar Pelangi diangkat ke format yang lain yaitu dalam bentukmusikal. Pementasan MLP pertama kali dilaksanakan pada bulan Desember 2010di Taman Ismail Marjuki (TIM) Jakarta juga memperoleh sambutan hangat dari masyarakat luas. Kemudian dilanjutkan MLP ke dua di tempat yang sama pada bulan Juli tahun 2011. Rupanya animo Laskar Pelangi juga merambah negara tetangga. Pementasan MLP ketiga dilaksanakan di Esplanade,Singapura pada bulan Oktober 2011 juga terbilang sukses. Nah, sekarang kita menantikan pementasan MusikalLaskar Pelangi ke empat yang dilaksanakan di di Ramashinta Hall Dufan, yang pementasan perdananya pada tanggal24 Desember 2011.

Seperti yang dijanjikan bahwa MLP ke empat di Dufan akan tampil beda. Dengan tidak mengurangi inti dan pesan cerita, pementasan akan dimampatkan lebih singkat dari yang biasanya dua jam menjadi satu jam. Pertunjukkanmenjadi 10 babak yang sebelumnya 18 babak, yang terdiri dari 55 pemain dengan rincian 20 pemain anak dan 35 pemain dewasa. Untuk sutradara masih dipercayakan kepada Riri Riza yang akan memberikan nafas baru dalam pertunjukan ini. Koreografer pertunjukkan ini, Hartati, akan membuat MLP tampil lebih memikat dengan banyak penyesuaian gerak dan blocking panggung yang baru. Production designer Jay Subyakto akan kembali merancang ulang tata letak dan efek visual dengan lebih hebat lagi. Sementara. Komposer dan penata musik pertunjukkan ini tetap dipercayakan kepada Erwin Gutawa.

Kita tunggu saja pementasan dua keunggulan ini, yang jelas pementasannya tidak dikerjakan main-main. Reputasi dari Miles Productions yang mementaskan Musika Laskar Pelangi dan manajemenAncol yang menyediakan tempat di Ramayana Hall Dufan tidak perlu diragukan lagi. Kita berharap Musikal Laskar Pelangi ke empat ini akan berlangsung sukses baik segi pelaksanaan maupun animo masyarakat. Dari penulis novel, Andrea Hirata mengharapkan semua anak Indonesia dapat menyaksikan pertunjukkan istimewa ini. menurutnya MLP ini sarat dengan budaya Indonesia, sangat memukau dan menghibur, sekaligus memberi motivasi positif bagi siapapun yang menontonnya. Dan dari kolaborasi ini bagi semua akan menjadi kado terindah untuk menutup dengan manis tahun 2011 sekaligus menyongsong harapan cerah di tahun baru 2012.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x