Mohon tunggu...
Hery Purnama
Hery Purnama Mohon Tunggu... Suka menulis dan fotografi

Lahir di kota pecel tinggal di kota apel

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

SMP ArRohmah Putri Gelar Ujian Terbuka Al Qur'an

5 Februari 2019   12:34 Diperbarui: 11 Februari 2019   05:49 0 0 0 Mohon Tunggu...
SMP ArRohmah Putri Gelar Ujian Terbuka Al Qur'an
dokpri

Malang - Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri Pesantren Hidayatullah Malang kembali menyelenggarakan 'Ujian Terbuka  Tahfizh Qur'an dan Hadits Arbain Nawawi' bagi santri kelas 9 SMP di Aula Raihanah lantai IV, Ahad, (3/2).  Ujian Terbuka yang  ke10 kalinya itu, merupakan puncak dari ujian yang diikuti para santri sejak sepekan sebelumnya. 

Hadir dalam Ujian Terbuka kali ini KH. M. Fadhol Hija selaku Ketua MUI Kabupaten Malang. Dalam sambutannya, KH. Fadhol Hija  memberikan apresiasi kepada Ar-Rohmah Putri atas  komitmennya melahirkan generasi penghafal Qur'an.

"Saya ikut bahagia atas terselengaranya Ujian Terbuka ini," ujarnya memulai sambutan.

Orang yang hafal al-Qur'an, lanjut  KH. Fadhol Hija, mempunyai kedudukan tinggi disisi Allah SWT.. Dicintai Rasulullah dan memperoleh penghormatan darinya pula. 

Di akhir sambutan ia pun berpesan kepada seluruh santri. Untuk selalu menghormati dan mengahrgai para guru. Terutama guru al-Qur'an. Agar ilmu yang telah diperolehnya itu berkah dan bermanfaat. 

dokpri
dokpri
Ujian Terbuka kali ini diikuti sebanyak 237 santri kelas 9  SMP yang terbagi dalam kelas reguler dan tahfizh. Santri  kelas reguler menuntaskan hafalan al-Qur'annya sebanyak  3 juz. Sedangkan santri kelas tahfizh 10 juz.

Setiap santri itu diuji langsung oleh orang tuanya sendiri.  Para orang tua memilihkan soal untuk putrinya. Baik soal tahfizh Qur'an maupun hadits arbain nawawi.

Usai dibacakan pertanyaan, putrinya lantas menjawabnya. Suasana tegang, syahdu dan haru mewarnai prosesi Ujian Terbuka yang dimulai sejak pukul 07.30 sampai pukul 11.30 tersebut.

Ustadz Alimin Muhtar selaku Kepala Madrasah Diniyah Ar-Rohmah Putri mengatakan, target hafalan para santri itu sudah tuntas seluruhnya. Disetor dan diuji dihadapan para ustadzah.

"Jika di Ujian Terbuka ini ada santri yang kurang lancar menjawabnya. Bisa jadi karena gugup dilihat banyak orang," ujarnya.

Bagi para santri, Ujian Terbuka ini memang terasa lebih berat dibandingkan Ujian Nasional. Beratnya itu karena diuji dihadapan orang banyak. Selain para ustadz atau ustadzah, disaksikan pula oleh orang tua, teman, adik kelas dan lainnya. Sedangkan Ujian Nasional tidak. Sehingga persiapannya pun tak hanya tentang penguasaan materi. Melainkan juga  mental kuat yang harus mereka miliki. (Hery Purnama ).

KONTEN MENARIK LAINNYA
x