Mohon tunggu...
Ir. Herson, Dipl.I.S., M.Sc
Ir. Herson, Dipl.I.S., M.Sc Mohon Tunggu... Kepala Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah -

Aparatur Sipil Negara, Provinsi Kalimantan Tengah, anak suku Dayak Ngaju.

Selanjutnya

Tutup

Inovasi

Revolusi Mental. Cuci otak: Waspadai Media Propaganda Era Modern.

11 Desember 2015   11:39 Diperbarui: 22 Desember 2015   20:11 537
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

[caption caption="Sebagian Peralatan Teknologi Informasi & Komunikasi"][/caption]Revolusi Mental. Cuci otak: Waspadai Media Propaganda Era Modern.

Media yg mapan dan kuat amat dominan menjadi bagian dari kekuatan politik dgn ideologi spesifik yg melekat di dalamnya. Kekuatan politik selalu kukuh menyatakan diri sebagai total atas nama rakyat. Bahkan dari mereka itu saat hanya satu orang saja bila diekspos di media dengan yakin tanpa berpikir segera menyatakan diri berpendapat atas nama rakyat.

Sangkakala kekuatan politik seperi ini orangnya memiliki militansi dan bekerja secara sistematik berjenjang memanfaatkan ilmu pengetahuan modern untuk membangun kekuatan dan kekuasaan dengan secara simultan membangun dan merekrut sumber dgn beragam usaha yang harus terus juga membesar seiring dengan meningkatnya kebutuhan jumlah anggota dan usahanya. Untuk menjadi full power dan terus berkuasa maka segenap pihak yang berbeda ideologi dan cakupan wilayahnya menggunakan segala daya dan prakteknya untuk meningkatkan dan melanggengkan kekuasaan. Perebutan sumberdaya terjadi baik secara  senyap mau pun terbuka.  Beragam kiat dalam beragam media Kampanye menyalurkan Tujuan tersembunyi kamuflase utk meraih dukungan publik. Perang psikologis memasang marquee atau running texts yg berlangsung terus menerus menteror otak publik dlm waktu lama sesuai target publikasi.

Skenario hypnosis pembawa acara membuat pertanyaan kpd target dgn metode alih psikologis memandu ke arah yg sdh di atur. Nara sumber di potong saat bicara saling berhadapan atau di buat spt error elektronik bila bicara pakai alat telekomunikasi bila substansi cenderung tdk sesuai rencana arah yg sudah di atur (framed).

Bila buka komentar via telpon atau televideo, pengakses harus melalui pengaturan operator yg terlebih dahulu tanya identitas dan menjaga timing utk bicara, serta memotong koneksi bila pengakses cenderung berbeda dgn target yg di atur. Nara sumber di pilih harus lebih banyak yg pro thd substansi yg sdh di atur framing, sehingga terlihat opini di dukung ahlinya agar otak pikiran pemirsa publik terkecoh. Membawa pemirsa yg sdh di kenal pro ke studio dan sdh diketahui setuju dgn apa pun yg disampaikan pembawa acara.

Membuat editorial yg membelokkan kebenaran dan keadilan dgn membuat opini publik yg menyesatkan. Menyiapkan nara sumber pemangku kepentingan yg sdh diketahui mendukung target yg sdh di atur. Terlebih dahulu menyiapkan kesimpulan dari suatu ekspose acara seolah-olah kesimpulan di buat lahir aseli krn kehebatan pembawa acara membuatnya dgn ekstra cepat dan akurat. Mengatur porsi pembicaraan diberi lebih banyak kpd yg pro thd arah yg sdh ditentukan. Menggunakan alasan jeda iklan utk merubah arah pembicaraan agar tetap terkendali sesuai frame. Memakai penyiar wanita utk menghadapi nara sumber yg cenderung garang thd pria. Kelompok orang tertentu mendalangi dgn menggunakan media utk menanamkan opini memojokkan target tertentu agar mengecoh masyarakat publik terhadap substansi yg aseli dan kehilangan substansi itu teralihkan kpd hal yg dikampanyekan dalangnya.

Dalam hal penyiaran langsung berita tv, kameraman tv yang punya kepentingan khusus, akan membuat sudut pengambilan gambar dengan amat terukur, bila hal yang di ekspos merupakan kasus pro, maka diupayakan sudut pengambilan gambar seolah-olah amat banyak pendukungnya.

Nara sumber orang yang sama, akan berbicara berbeda bila di ekspos pada media berbeda, meski dengan berbagai titel akademik yang amat tinggi tak ada jaminan konsistensi isi dan tanggungjawab opini dengan dalih kemerdekaan demokrasi informasi. Bisnis memutar baik informasi menjadi amat sulit di baca oleh publik, karena makin banyak media yang harus di baca silang isi informasinya agar dapat gambaran utuh tentang sebuah isu publik yang diangkat dengan beragam judul di beragam media.

Excuses are tools of the incompetent used to build monuments to nothing. For those who specialize in them shall never be good at anything else. Alasan-alasan adalah alat orang dalam kompetensi digunakan untuk membangun monumen-monumen kesia-siaan. Bagi mereka yang  ahli membuat alasan adalah orang yg tak akan pernah menjadi baik dalam hal apa pun.

Karena kompetisi era modern yang cenderung materialistik, maka kejujuran dan kebenaran alamiah sdh hampir sirna dan menjadi relatif sulit mengukurnya karena meriahnya kiat-kiat kompleksitas upaya dari banyak orang media yg ada yang semuanya mengatasnamakan rakyat publik.

Duapuluh lima kiat manipulasi Informasi. The 25 Rules of Disinformation. BY VC ON MAY 24, 2011 LATEST NEWS. 5.6kShares. http://vigilantcitizen.com/latestnews/the-25-rules-of-disinformation/

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Inovasi Selengkapnya
Lihat Inovasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun