Mohon tunggu...
Herman Efriyanto Tanouf
Herman Efriyanto Tanouf Mohon Tunggu... Penulis - Menulis puisi, esai, artikel lepas

Founder dan Koordinator Komunitas LEKO Kupang

Selanjutnya

Tutup

Lyfe

Lomba Foto Jurnalistik Bertajuk "Pelayanan Publik" oleh Komunitas Leko Kupang

14 Agustus 2019   17:52 Diperbarui: 14 Agustus 2019   17:58 65
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Poster: design by Armin Septiexan

Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-74 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 2019) dan ulang tahun yang ke-2 Komunitas Leko Kupang (9 September 2019), serta mendorong terciptanya pelayanan publik inklusi melalui jurnalisme warga, Komunitas Leko Kupang menyelenggarakan lomba foto jurnalistik dengan tema: Pelayanan Publik.

Pelayanan publik adalah segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang maupun jasa untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat banyak, yang tidak mengesampingkan anggota masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus seperti penyandang disabilitas, ibu hamil, lansia, anak-anak, dan seterusnya. Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 sendiri menjamin hak masyarakat untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Sekilas Tentang Komunitas Leko

Komunitas Leko Kupang, sebagai salah satu komunitas literasi di NTT turut bertanggungjawab dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Sebagai komunitas, Leko tidak hanya fokus bergeliat dalam literasi baca-tulis. Sejak awal berdiri, 9 September 2017, Komunitas Leko lebih dikenal sebagai komunitas pustaka jalanan yang menyasar pada ruang-ruang publik.

Pilihan nama Leko itu sendiri berasal dari kata Uab Meto (Bahasa Dawan-Timor) yang berarti baik.  Kata Leko dalam percakapan sehari-hari mengalami metatesis menjadi alekot atau neleok, tergantung konsep kalimat dalam actus tertentu. Alekot lebih sering digunakan untuk menilai atau menyampaikan sesuatu yang sangat berkesan (estetis) bagi seseorang. Sedangkan naleok lebih digunakan untuk menyetujui/ meng-iya-kan sesuatu ataupun saling berkabar.

Leko kemudian menjadi sebuah nama komunitas dengan filosofi tersebut. Melakukan atau 'menyebarkan' dan mewartakan hal-hal yang baik, yang kiranya bermanfaat bagi semua orang. Demikian leko/ alekot/ naleok (kebaikan) menjadi spirit Komunitas Leko Kupang.

Dalam perjalanan waktu, sesuai kebutuhan minat anggota dan masyarakat di Kota Kupang, NTT, Komunitas Leko kemudian 'melebarkan sayap' pada beberapa bidang. Dalam bidang literasi dasar (baca-tulis), Komunitas Leko giat menjalankan Kencan Buku (Baca Buku Gratis). Kencan Buku dimaksud dilaksanakan setiap hari Sabtu, pukul 17.00 Wita sampai selesai bertempat di Taman Nostalgia Kota Kupang. Motivasi utama yang tengah dibangun adalah mendekatkan bahan bacaan atau menjadikan aktivitas membaca sebagai kebutuhan paling mendasar bagi setiap individu. Selain itu, pelatihan menulis kreatif (safari literasi) sering dilaksanakan, baik di sekolah-sekolah maupun beberapa komunitas di daratan Timor khususnya Kota Kupang.

Di bidang seni pertunjukan, ada juga bimbingan terhadap anggota dan beberapa teman lintas komunitas lain yang ingin belajar tentang teater, monolog, pembacaan dan musikalisasi puisi. Semua dilakukan dalam kerja kolaboratif. Ada juga bidang seni visual yang memfasilitasi teman-teman yang berminat akan aktivitas menggambar (kartun, komik, sketsa, fotografi, dll) dan seni kayu.

Selain itu, ada bidang (divisi) jurnalistik dengan fokus pada jurnalisme warga. Di Komunitas Leko, para pegiat juga tengah membangun website bernama LekoNTT.com sekaligus belajar menjadi jurnalis. Pembekalan pun telah dilaksanakan beberapa kali agar para anggota bisa mewartakan 'kabar' atau menulis dengan baik.

Tentang Lomba Foto Jurnalistik

Telah disinggung di bagian awal, lomba foto kali ini bertajuk Pelayanan Publik. Lomba tersebut merupakan bagian dari bidang seni visual dan jurnalistik. Diharapkan melalui ajang ini, muncul foto-foto yang bisa menjadi informasi dan atau laporan dari warga untuk warga maupun pemerintah, dan mendorong terciptanya pelayanan publik yang ramah dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun