Mohon tunggu...
Heri Lare grage
Heri Lare grage Mohon Tunggu... Freelancer - simpel dan ingin semua yg dilakukan bermanfaat. Hanya berbagi tak bermaksud menggurui

simpel dan ingin semua yg dilakukan bermanfaat. Hanya berbagi tak bermaksud menggurui Owner heriheryanto.com

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup

Minyak Kayu Putih Aromatherapy Cap Lang, Gabungan Aroma dan Kehangatannya Siap Melegenda Kembali

6 November 2016   21:29 Diperbarui: 4 April 2017   17:34 3162
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Minyak Kayu Putih Aromatherapy menjadi bekal Wajib

Pagi yang cerah saat itu masih diselimuti dengan momen lebaran  1436 H (2015).  Kehangatan bersama keluarga serta ramah-tamah bersama saudara dan tetangga di Cirebon masih menggelayuti, seakan menahan pemberangkatan mudik sesi 2 kala itu.  Tapi rasa itu harus bisa dikendalikan, karena memang masih ada perjalanan lain untuk bersilaturahim dan beramah-tamah dengan keluarga dan saudara di Brebes. Tempat mudik sesi ke 2 ini merupakan tempat bersejarah, karena ditempat itulah saya diikat  resmi dengan perempuan yang serumah dengan saya saat ini. Tempat dimana saya utarakan janji pernikahan dan berjanji untuk berusaha membahagiakan sang perempuan tersebut yang sekarang menjadi Istri saya dan ibu dari anak saya.

Jauh hari sebelum lebaran saya sampaikan kepada istri ;

“Neng, untuk perjalanan mudik Semarang ke Cirebon kita masih dapat tiket kereta api, tapi untuk Cirebon–Bumiayu, kita tidak kebagian tiket. Nanti kita nge-Bus saja ke Bumiayunya, kita berangkat pagi-pagi agar tidak terlalu sore sampai dirumah. Takut perjalanan yang dilewati masih padat. Harapannya sih bisa menempuh perjalanan dengan waktu normal, tapi kita juga tidak tahu apa yang akan terjadi saat perjalanan.”.

“Iya ndak papa A’ , neng mah ikut aja”. Sahut sang Istri.

Lebaran kali ini merupakan kesempatan pertama saya untuk bisa berlebaran dikediaman istri (mertua). Lebaran ini juga merupakan kesempatan pertama  saya mudik ke tempat istri menggunakan Bus karena kursi kereta ke Bumiayu sudah penuh saat itu.  

Perjalanan normal menggunakan Bus atau mobil dari Cirebon ke tempat Istri biasanya menempuh waktu 4 jam. “Loh cirebon – Brebes kok sampai 4 jam?” Yup, posisi Brebesnya ini di  Brebes Selatan, jadi butuh waktu lebih lama dari pada perjalanan ke perbatasan atau ke Kota Brebes.

Sedangkan perjalanan dengan kereta api normalnya ditempuh dengan waktu 2,5 jam. Turun di Stasiun Bumiayu dan dilanjutkan dengan kendaraan umum yang menempuh waktu sekitar ½ jam  hingga angkutan umum sampai di depan rumah.

Pagi jam 6 kami sudah bersiap keluar dari rumah, kami menggunakan angkutan umum menuju terminal. Untuk kesegaran perjalanan tak lupa kami membawa Minyak Kayu Putih Eukaliptus Aromatherapy sebagai bekal perjalanan. Apalagi perjalanan yang ditempuh cukup jauh dan istri terkadang suka mabuk diperjalanan saat mencium bau yang kurang mengenakan.

Sesampai di terminal kami langsung menuju loket pembelian tiket. Info yang didapat dari petugas tiket ternyata Bus AC pada hari ini belum bisa beroperasi, sehingga kami terpaksa harus menggunakan bus yang ada untuk bisa melanjutkan perjalanan ke rumah mertua.

Sebelum menuju Bus, Istri mengambil Minyak Kayu Putih Aromatherapy di Tas Kecilnya. Ia meneteskan Minyak itu pada telapak tangan, mengusap kecil, setelah itu meratakannya pada seluruh leher. Tak lupa pelipis kanan dan kiripun diolesi Minyak Kayu Putih Aromatherapy ini. Agar menimbulkan suasana tenang sembari menunggu Bus yang penuh oleh penumpang. Sayapun melakukan apa yang istri saya lakukan. Setelah “ngetem” lama, bus pun melaju lambat menuju pemberhentian akhir di terminal Purwokerto.

Sudah menjadi konsekuensi menggunakan tranportasi bus saat momen lebaran, bahwa perjalanan menggunakan Bus akan bergerak melambat karena padatnya lalu lintas jalan raya. Ditambah saat itu sedang ada pekerjaan pengecoran jalan, yang mengharuskan kendaraan dari dua arah harus bergantian lewat . Petugas saat itu melakukan rekayasa lalu lintas dengan jalan buka tutup agar jalan bisa dilalui meski sedang ada perbaikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Gaya Hidup Selengkapnya
Lihat Gaya Hidup Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun