Mohon tunggu...
Hera Veronica Sulistiyanto
Hera Veronica Sulistiyanto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Pecandu Senja | Pemabuk Puisi | Penikmat Kopi | Pemahat Aksara | Pecinta Musik Cadas 😎🀘 | Penggila SASTRA

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Menanti di Ujung Kabut

26 Oktober 2022   10:59 Diperbarui: 26 Oktober 2022   11:13 139
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source: Silentreed.hubpages.com

Menanti di Ujung Kabut

Kabut tebal merendah
mencumbu tanah basah
penantian di ujung resah
gundah kian berkecambah

Sendiri menapaki jalan sunyi
dari gelap hingga terbit mentari
menduduki kursi tak berpenghuni
dimangsa taring sepi kian menjadi

Ada satu masa di mana
sepiku menjalin jaring jala
tutupi sesayat luka-luka jiwa
di pucuk-pucuk dahan nelangsa

Pada sehelai kabut rebah di tanah
aku pahat tabah di antara ribuan lelah
semoga selembar harap terbayar sudah
segenap asa bersemayam di jiwa tak punah

Menanti dan terus menanti
nurani dijamah kesepian abadi
dan sukma jadi pengelana sejati
tertatih kala menyusuri bentang hari

Aku lintasi helai kabut
akar jiwa pun tak tercerabut
hanya rindu bersungut-sungut
perihal rasa nan kadung terpaut

H 3 R 4
Jakarta, 26/10/2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun