Mohon tunggu...
Hera Veronica Sulistiyanto
Hera Veronica Sulistiyanto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Pecandu Senja | Pemabuk Puisi | Penikmat Kopi | Pemahat Aksara | Pecinta Musik Cadas 😎🀘 | Penggila SASTRA

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kau Melukis Huma di Kepala

4 Oktober 2022   06:31 Diperbarui: 4 Oktober 2022   09:22 151 11 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source: Salah801Tumblr.com

Kau Melukis Huma di Kepala

Kau mendamba
miliki hunian dengan
daun pintu dan jendela
tempat kau memasukkan
dan meletakan kenangan

Menyimpannya dalam
ruang-ruang tersedia
di mana setiap sudutnya
dialiri kehangatan merambat
hingga ke dalam urat

Rumah dengan jantung, jiwa
dan denyut nadi pemilikmya
bukan sekedar tempat berlindung
dari panas terik serasa mencekik
tempat hangat memeluk

Lebih hangat dari kecupan
mentari pagi di kening
kupu-kulu lurik dan di kelopak
bunga bermahkota bulir embun
yang serupa serpihan kaca

Kau inginkan rumah
dikelilingi pagar kebersamaan
bukan tembok-tembok tebal
individualis buat rasamu
serasa diiris seiris demi seiris

Beratap teduh lebih teduh dari
rindang pohong beringin
yang kian hari kian tumbuh kokoh
di samping atau pun dii pelataran
rasa di tanah jiwamu

Kau melukis rumah di kepalamu
di antara tertegun serta damba
yang tak pupus meski waktu hangus
disulut dan dibakar bara surya
di antara dengus dan hasratmu

Tak seujung kuku tergerus

H 3 R 4
Jakarta, 04/2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan