Mohon tunggu...
Hera Veronica Sulistiyanto
Hera Veronica Sulistiyanto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Pecandu Senja | Pemabuk Puisi | Penikmat Kopi | Pemahat Aksara | Pecinta Musik Cadas 😎🀘 | Penggila SASTRA

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Dinda Jangan Kau Menggila

15 September 2022   15:09 Diperbarui: 15 September 2022   15:20 147 15 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Source : Kurt Barlow@Pinterest.com

Dinda Jangan Kau Menggila

Kau kerap tak kuasa
menahan geloramu
nan meletup-letup tatkala
menghidu aroma debu
dijerang panas menyorot
lalu hidung bangirmu
mengendus membaui

Rindumu tajam menghujam
pada jantung hasrat
di antara ban-ban pacul
memahat ulirnya pada
bebukit tanah merah
kau libas dan terabas hingga
rasakan puncak pas puas

Tak ada yang berubah
sekerat nyalimu pun
masih seperti dahulu
kian menggila tatkala
terlecut seutas cemeti rasa
milik Srikandi Arena
taklukan medan liar

Kau nampak sexy di atas
kuda besiΒ pacuan
dengan kulit kecoklatan
dijilat rakus bara surya yang
tak pernah pandang bulu
menjilat hingga berkilat
di antara liur bulir keringat

Dinda jangan menggila
tak bisakah kau tak belingsatan
di atas kuda pacu
sekedar duduk manis
agar takada hati yang miris
terlebih dicekik was-was
hingga lamat-lamat mati lemas

Usah buat jantung
serasa hendak terpelanting
dari tempatnya menyaksi
kau di antara deru debu
diketinggian gairah jiwa
yang tak pudar dan tak samar
di antara deru nan gahar

Dinda jangan kau menggila
di atas kuda binalmu

H 3 R 4
Jakarta, 15/09/2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan