Mohon tunggu...
Hera Veronica Sulistiyanto
Hera Veronica Sulistiyanto Mohon Tunggu... Wiraswasta - Pengamen Jalanan

Pecandu Senja | Pemabuk Puisi | Penikmat Kopi | Pemahat Aksara | Pecinta Musik Cadas 😎🀘 | Penggila SASTRA

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Nikmati Mentari yang Jatuh, Hilang di Batas Waktu

7 September 2022   13:54 Diperbarui: 7 September 2022   14:19 173 17 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: Pinterest/The Blurry Thoughts

Nikmati Mentari yang Jatuh, Hilang di Batas Waktu

Laut jadi panggung
langit jadi selembar
layar terbentang
tempat sesaat lagi
menyuguh pagelaran
teramat spektakuler
yakni sebulat mentari
yang bak kuning telur
terjungkal dari ceruk langit
lantas tenggelam ke dasar
garis batas katulistiwa
hingga tirai pekat pun
luruh perlahan menjemput
dan menggamit lengan malam

Kau dan aku duduk bersisian
memahat detik-detik
sang surya jelang terbenam
di antara selubung diam
menghanyutkan sampan
rasamu dan rasaku
membawa pada sapuan
gelombang menenangkan
"jingga terlalu sayang"
dilewatkan begitu ujarmu

Langit meracik warna
merah tembaga
seperti halnya kita
yang kerap dahaga
nikmati molek tubuh senja
dan tiada jemu melucuti
pakaian yang lekat
di tubuhnya hingga
senja teramat polos

Ombak menderu
mesra memagut bibir pantai
cukuplah bagimu dan bagiku
nikmati mentari yang jatuh
lalu hilang di batas waktu
dan kita pun terdiam
hanya jemari dan hati
saling genggam

H 3 R 4
Jakarta, 07/09/2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan