Hendro Santoso
Hendro Santoso Purnakaryawan

Seorang Kakek, hobi menulis hanya sekedar mengisi hari-hari pensiun bersama cucu sambil melawan pikun.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Menunggu Kiprah Fitriani dan Ihsan Maulana di Thailand Masters 2019

7 Januari 2019   10:17 Diperbarui: 7 Januari 2019   10:53 495 7 5
Menunggu Kiprah Fitriani dan Ihsan Maulana di Thailand Masters 2019
Fitriani (Foto BWFbadmonton.com)


Turnamen yang diselenggarakan oleh Badminton World Federation (BWF) tahun 2019 ini akan diawali dari  Princess Sirivannavari Thailand Masters 2019 yang berlangsung mulai 8 - 13 Januari 2019 di Indoor Stadium Huamark, Bangkok seperti dilansir oleh BWF.tournamentsoftware.com(7/1/19).   

Turnamen ini masuk dalam kategori BWF World Tour Super 300 yaitu turnamen BWF yang memiliki total hadiah 150 ribu US Dollars. Levelnya di bawah Super 500, Super 750, Super 1000 dan World Tour Finals. Bisa dikatakan level turnamen adalah yang paling bawah (Level 5) diantara turnamen BWF World Tour.

Indonesia menurunkan pebulutangkis tunggal, ganda dan ganda campuran dalam turnamen di Bangkok ini. Fitriani dan Ihsan Maulana Mustafa adalah dua pebulutangkis yang sangat ditunggu penampilan mereka di awal tahun 2019 ini. Dua pebulutangkis ini sangat diharapkan bisa menyusul penampilan apik rekan mereka seperti Gregoria Mariska, Anthony Ginting dan Jonatan Christie.

Ihsan Maulana (Foto BWFbadminton.com)
Ihsan Maulana (Foto BWFbadminton.com)
Menurut data terbaru dari BWFbadminton.com (2/1/19), Fitriani saat ini memiliki ranking BWF pada posisi 33 sementara Gregoria ada diposisi 15. Unggulan pertama dalam turnamen ini ditempati oleh pebulutangkis Thailand, Nitchaon Jindapol yang memiliki ranking BWF 14.

Ihsan Maulana memiliki ranking BWF dengan posisi 39, juga tertinggal jauh dengan dua rekannya, Anthony Ginting posisi 7 dan Jonatan Christie posisi 11. Sementara ungglan pertama di turnamen ini ditempati oleh Lin Dan, pemain gaek dari China yang beranking BWF 13.

Bagaimana hasil drawing Fitriani dan Ihsan Maulana dalam turnamen Thailand Masters ini? Mari kita simak.

Fitriani 

Pebulutangkis berusia 20 tahun ini berada di grup atas bersama dengan unggulan pertama Nitchaon Jindapol. Pada babak pertama Fitriani bertanding melawan pemain Malaysia, Lee Ying Ying. Jika berhsil melewati rintangan pertama, Fitriani harus berhadapan dengan Nitchaon Jindapol yang dilaga pertamanya melawan pemain hasil kualifikasi.

Bagi Fitriani turnamen ini adalah ujian pertamanya di tahun 2019, telah bermain sebanyak 165 laga dengan 94 kemenangan. Tantangan utama yang harus dihadapi Fitriani adalah menang atas Nitchaon Jindapol. 

Perfroma Fitriani selama tahun 2018 yang meredup kalah dengan rekan juniornya di Pelatnas, Gregoria Mariska yang akrab dipanggil Jorji ini. Tentu saja tantangan ini adalah perjuangan yang harus dihadapi dengan semangat.

Pertemuannya dengan Jindapol adalah yang pertama kalinya bagi Fitriani, jika Fitriani bisa mengalahkan Jindapol, lawan berikutnya diperempat final tidak terlalu sulit untuk dimenangkan. Mereka adalah dari Denmark, Line Hojmark dan  Juli Dawall Jakobsen, Yeo Jiamin (Singapore) dan Yvone (Jerman).   

Di grup bawah tunggal putri kita lainnya adalah Ruseli Hartawan, Liany Mainaky dan Yulia Yoshepin. Mereka baru bisa saling bertemu dalam babak perempat final bersama unggulan kedua Gao Fang Ji, pebulutangkis asal China.  

Ihsan Maulana

Pebulutangkis ini merupakan salah satu trio yang diharapkan menjadi tunggal putra masa depan Indonesia. Dua lainnya adalah Anthony Ginting dan Jonatan Christie,Ihsan selama tahun 2018 jauh tertinggal dengan prestasi kedua rekannya. 

Ginting sudah mampu masuk dalam 10 besar Dunia sementara Jonatan ada diperingkat 11 BWF. Ihsan mempunyai tekad untuk memperbaiki peringkatnya di tahun 2019 ini.

Dalam turnamen Thailand Master ini Ihsan berada di grup atas bersama unggulan pertama Lin dan Jika kedua pemain ini melaju terus, maka mereka baru bertemu di babak semi final. Pada laga pertama, Ihsan berhadapan dengan pemain Jan O Jorgensen asal Denmark yang diunggulkan ditempat ke-5. Ihsan jika mampu melaju terus maka dia baru bergadapan dengan Lin Dan di babak perempat final.

Hea to head antara Ihsan dan Jorgensen adalah 1-0 untuk pemain Denmark ranking 26 BWF ini. Jorgensen mengalahkan Ihsan di turnamen Malaysia Open 2016 lalu dengan skor 21-12 dan 21-17. Sudah terlalu lama memang namun saat ini Ihsan harus berani memasang target menang sekaligus membalas kekalahan 2 tahun lalu.

Selamat bertanding untuk Fitriani dan Ihsan Maulana di awal tahun 2019 ini.

#hensa #kompasiana #thailandmasters