Mohon tunggu...
Hennie Triana
Hennie Triana Mohon Tunggu... Wiraswasta - ---

Lahir di Medan. Ibu dari seorang putri

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Artikel Utama

Surat Sponsor ke Jerman, Bukan Sekadar Selembar Dokumen

9 Juni 2021   21:06 Diperbarui: 10 Juni 2021   09:00 753 63 33 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Surat Sponsor ke Jerman, Bukan Sekadar Selembar Dokumen
Surat sponsor ke bandara Frankfurt Jerman | dok. unsplash.com/Dennis Gecaj—

Sekitar dua minggu lalu saya ngobrol dengan seorang teman lama dari Indonesia, sebut saja namanya Ivan. Dia mengatakan ada sahabatnya di Jerman yang berencana mengundangnya berkunjung ke Jerman dan memberikan sponsor. 

Namun, sementara ini Ivan mau tidak mau harus bersabar karena pandemi belum berlalu. Sahabat Ivan sudah seperti saudara sendiri, begitu menurutnya. Mereka sudah saling mengenal sejak masa kuliah hingga dulu pernah bekerja di satu perusahaan yang sama.

Dengan rasa ingin tahu, Ivan bertanya terkait bagaimana sebetulnya surat sponsor yang dimaksud sahabatnya itu. Dia menduga selembar surat yang dibuat dan ditandatangani oleh pengundang saja.

Saya tidak mengetahui negara mana saja yang memberlakukan prasyarat seperti surat sponsor ini bagi seseorang yang ingin mengajukan visa.

Dari pengalaman saya mengundang keluarga dengan surat sponsor untuk negara Jerman, Kanada, dan China, masing-masing negara memberlakukan syarat yang berbeda-beda. Pada intinya, bukti status izin tinggal resmi yang berlaku dan keuangan pengundang harus disertakan.

Tulisan ini khusus untuk negara Jerman, karena ngobrol saya dengan Ivan, teman lama saya di Indonesia.

Di Jerman, undangan atau surat sponsor ini dinamakan "Verpflichtungserklärung". 

Surat berupa dokumen resmi dari negara Jerman yang dikeluarkan oleh kantor urusan orang asing (Ausländeramt).

Cara untuk mendapatkan surat ini, pengundang mengajukan permohonan dengan melampirkan syarat-syarat yang diperlukan sesuai aturan yang berlaku. 

Saya pernah menolak untuk memberikan sponsor kepada beberapa kenalan. Surat sponsor ini, sesuai kesepakatan suami dan saya, hanya kami berikan pada saudara kandung dan orangtua. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN