Mohon tunggu...
Hennie Engglina
Hennie Engglina Mohon Tunggu... Freelancer - Pelajar Hidup

HEP

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Rendah Hati

19 Juli 2018   20:40 Diperbarui: 2 Oktober 2019   23:26 6831
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

* Kelebihan yang dimiliki oleh seorang yang rendah hati tidak membuat kepalanya menjadi lebih tinggi dari topinya

Lihat juga: Ketika Kepala Lebih Tinggi Dari Topi

* Rendah hati tidak membesarkan orang besar dan tidak mengecilkan orang kecil. Tuan tidak di-tuhan-kan, hamba tidak di-budak-kan. Jika 'tuan' harus dihormati, maka 'hamba' harus dihargai.

* Rendah hati menaruh penghargaan yang sepatutnya dan selayaknya bagi semua manusia tanpa memandang muka. Bahwa semua manusia sama-sama memiliki hak asasi kemanusiaannya untuk dihargai. Penghormatan bisa bukan milik semua orang, tetapi penghargaan adalah milik semua manusia.

* Penghargaan kepada manusia tanpa memandang muka terbaca dari pikiran yang dicetuskannya, juga tampak pada sikapnya terhadap semua orang baik dari gestur tubuh, cara bicara, bahasa kalimat, dan perlakuan yang ditunjukkannya. Rendah hati dengan sendirinya terekspresi secara natural pada diri pemiliknya tanpa dibuat-buat.

* Rendah hati tidak memegahkan diri. Rendah hati memandang kelebihan diri adalah anugerah Yang Mahakuasa.

* Seorang yang rendah hati menginsafi bahwa semua manusia juga menerima anugerah kelebihan dari Yang Mahakuasa sehingga ia tidak menganggap bahwa kelebihan adalah miliknya seorang.

* Dengan itu, seorang rendah hati tidak memandang kelebihan dirinya sebagai hal yang luar biasa, sebab dia tahu bahwa orang lain juga memiliki kelebihan yang tidak dimilikinya. Dia tampak biasa-biasa saja seolah tidak memiliki hal yang luar biasa.

* Oleh karena itu seorang rendah hati tampil sewajarnya. Tidak ada kesengajaan untuk menunjukkan; menampilkan; memerlihatkan; menyorotkan kelebihannya untuk supaya dilihat atau diketahui oleh orang lain.

* Tidak ada sedikitpun terlintas dipikirannya supaya orang melihat bahwa dia punya sesuatu yang lebih. Tidak sedikitpun terbesit di hatinya agar orang terkagum-kagum kepadanya, memuji dirinya, dan mengakui kelebihannya.

* Rendah hati tidak meniadakan adanya kekurangan diri. Rendah hati menyadari bahwa dibalik segala kelebihan yang dia miliki, ia juga memiliki kekurangan-kekurangan sama seperti semua orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun