Mohon tunggu...
Hendra Wattimena
Hendra Wattimena Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Pattimura

Dilarang menayangkan ulang artikel baik seluruh maupun sebagian tanpa izin penulis.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Digitalisasi di Dunia Pendidikan, Solusi atau Masalah?

1 Mei 2022   12:16 Diperbarui: 22 Mei 2022   13:22 895 15 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi belajar daring (Sumber: shutterstock)

Teknologi yang berkembang semakin pesat membuat berbagai macam perubahan terjadi dalam lapisan kehidupan masyarakat. Salah satunya dampak dari perkembangan teknologi adalah yang terjadi pada dunia pendidikan itu bisa kita lihat dari media pembelajaran yang digunakan oleh guru dari waktu ke waktu. 

Sedikit cerita, pada zaman SD dulu sekitar tahun 2007-2012 , saya masih merasakan indahnya belajar dengan papan tulis, yang mana pada waktu itu masih menggunakan kapur sebagai alat tulis. Kadang ketika ada murid yang ngantuk, guru kemudian melempar dengan kapur atau penghapus biar siswa tersebut  terbangun. 

Ketika menginjak kelas 4 SD, saya mulai merasakan belajar dengan papan tulis putih dengan spidol yang digunakan oleh guru untuk menulis. 

Seiring perkembangan zaman, ketika duduk di bangku SMP sampai SMA, pembelajaran yang dilakukan mulai menggunakan infokus untuk menayangkan media pembelajaran. 

Namun, pada waktu masuk kuliah tiba-tiba covid-19 menerjang, maka pertemuan tatap muka ditiadakan lalu digantikan dengan pembelajaran lewat daring. Melalui aplikasi seperti Zoom, Google Meet, dan lain sebagainya.

Perubahan juga terasa ketika ujian nasional maupun ujian sekolah dulu. Ketika SD dan SMP, ujian nasional masih dilakukan dengan cara manual menggunakan pensil 2B kemudian dioles ke lembar jawaban sampai hitam, lalu dikumpulkan kepada pengawas. 

Tetapi, ketika masuk SMA ujian nasional dilakukan secara online, tidak ada lagi lembar jawaban dan pensil 2B yang digunakan. Para siswa berhadapan dengan layar monitor, di tangan memegang mouse lalu mengklik jawaban yang dianggap benar. 

Setelah selesai, jawaban langsung dikirim. Selain itu, nilai bisa langsung kita lihat berapa yang salah dan berapa yang benar. Selain menggunakan komputer pada ujian sekolah, ada pula yang menggunakan smartphone. 

Soal dibagikan di aplikasi yang sudah disediakan. Setelah itu, siswa bisa menjawab soal tersebut. Tidak ada lagi lembar jawaban dan lembar soal, semuanya sudah digitalisasi lewat teknologi yang ada.

Apa yang saya ceritakan di atas tidak berjalan mulus begitu saja. Ada banyak sekali kendala baik pro dan kontra yang timbul misalnya ketika menggunakan infokus sebagai media pembelajaran masih banyak guru belum bisa mengoperasikan laptop. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan