Mohon tunggu...
Hendra Fahrizal
Hendra Fahrizal Mohon Tunggu... Videografer, Documentary Maker, Traveler.

Hendra Fahrizal, berdomisli di Banda Aceh.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Peninggalan Megalitik Samosir

2 Oktober 2019   18:57 Diperbarui: 7 Oktober 2019   21:52 138 3 1 Mohon Tunggu...
Peninggalan Megalitik Samosir
sarko-5d9b506f097f36240f105832.jpg

Ada pepatah Batak yang berbunyi; bahwa keberkatan Tuhan hadir dari segala penjuru mata angin di pulau ini. Samosir.

Pepatah ini memang benar adanya, Samosir diberi keberkatan yang luar biasa. Dengan pesona alam yang sangat indah / tidak kalah dengan lanskap pegunungan Alpen atau Canterburry, yang sering saya lihat di postcard atau kalender yang terpajang di rumah.

Samosir juga memiliki riwayat sejarah kepurbakalaan yang masih terawat. Salah satu yang luar biasa mengagumkan adalah peninggalan megalitik yang secara definisi dapat diartikan peninggalan dari praktik kebudayaan masa lalu yang melibatkan monumen atau struktur bebatuan.

Tidak banyak peninggalan megalitik di Indonesia karena peninggalan megalitik biasanya akan berkorelasi dengan aliran kepercayaan masyarakat setempat.

Samosir dan Danau Toba terbentuk sekitar 75.000 sebelum masehi. Proses pembentukannya adalah hasil dari aktivitas gunung berapi tua yang akhirnya memunculkan danau dan ditengahnya.

Dalam proses berikutnya, paska letusan tersebut, belakangan memunculkan juga kubah baru. Kubah tersebut itu lah yang saat ini disebut dengan Gunung Pusuk Buhit.

Kalau kita balik kepada Danau Toba yang sudah terbentuk pada ribuan tahun yang lalu, tentunya kita juga secara teoritis tahu pada masa itu belum ada manusia. Belakangan, arkeologis bisa membuktikan kalau manusia itu muncul setelah 40 ribu tahun yang lalu.

Peninggalan-peninggalan memperlihatkan bahwa suku batak yang sekarang mendiami daerah di seputar danau Toba itu terkait dengan migrasinya kelompok manusia, Austronesia, dan terdiri dari beberapa ras, dan yang masuk ke wilayah Sumatera khususnya di bagian seputar danau Toba itu adalah ras Mongoloid. 

Menurut cerita rakyat, bahwa orang Batak pertama yang muncul disana memang diturunkan oleh sang penciptanya itu di puncak gunung Pusuk Buhit, sehingga sampai hari ini, mengingat legenda yang ada, masyarakat masih melihat gunung Pusuk Buhit sebagai tempat yang dalam "dikeramatkan", karena mereka menganggap awal mula kelompok masyarakat Batak ada di wilayah sana.

Hanya belakangan  diketahui bahwa wilayah diseputaran Pusuk Buhit itu adalah wilayah Sianjur Mula-Mula, dan dalam cerita si Raja Batak, yang artinya orang Batak pertama yang diturunkan di Pusuk Buhit itu bertempat tinggal di sana.

Sianjur Mula-mula itu adalah satu daerah yang cukup kaya yang sebagian besar hidup sebagai petani dan menangkap ikan. Kalau sekarang sebagian besar penduduk Batak itu di seputar danau Toba menganut agama Kristen, tapi kepercayaan lama, kepercayaan-kepercayaan Megalitik, kepercayaan yang memuja nenek moyang. Dan itu diwujudan dalam berbagai bentuk.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x