Mohon tunggu...
hendra setiawan
hendra setiawan Mohon Tunggu... Freelancer - Pembelajar Kehidupan. Penyuka Keindahan (Alam dan Ciptaan).

Merekam keindahan untuk kenangan. Menuliskan harapan buat warisan. Saya suka membaca, tetapi menulis jauh lebih punya makna. Sebab, karya itulah warisan yang sangat berharga kepada generasi nanti. VERBA VOLANT, SCRIPTA MANENT.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Kemenangan Sejati dalam Olimpiade

5 Agustus 2021   15:45 Diperbarui: 5 Agustus 2021   15:49 219 8 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Kemenangan Sejati dalam Olimpiade
Selebrasi kemenangan bersama antara Mutaz Essa Barshim (Qatar) dan Gianmarco Tamberi (italia) pada final Lompat Tinggi Putra di Olimpiade Tokyo 2020 (Foto:  Christian Petersen via Kompas.com)

 

"Citius, Altius, Fortius," itulah moto Olimpiade
Siapa lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat, dialah yang akan menang
Atlet yang lebih mampu mengungguli lawan, dialah yang dianggap lebih hebat
Dia yang lebih unggul, layak dinobatkan menjadi juaranya

Pentas olahraga tidak saja mencari mencari pemenang
Olahraga juga membawa pesan sportivitas
Semangat bertanding, berlaga, beradu dalam arena
Tetapi nilai kejujuran dan humanisme, pun bisa menjadi jawaranya

Apakah artinya medali emas, perak atau perunggu
Itu adalah simbol kemenangan dan penghargaan kepada setiap insan olahraga yang mampu menjadi yang terbaik
Namun terbuat dari bahan apapun medali itu, bahkan hasil daur ulang sekalipun pada gelaran Tokyo Olympic 2020
Nilai itu jauh lebih tinggi karena menyangkut nama dan harga diri sebuah bangsa

Bersaing tapi pun bersanding
Selalu ada cerita-cerita seru, menegangkan, inspiratif dan mengharukan
Saat kemenangan ada di depan mata, namun kesempatan itu tak dipergunakan
Lebih baik berbagi medali, karena itu lebih membahagiakan

Moto Olimpiade yang diperkenalkan kali pertama di Olimpiade 1924 di Paris
Namun sudah menjadi semboyan sejak pembentukan Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada 1894
Tiga kata yang tak hanya berbicara soal fisik semata, namun juga menggambarkan kecantikan moral
Bukan sekadar meraih kemenangan dan kejayaan, tapi juga sebuah perjuangan dari pertandingan yang baik

Mutaz Essa Barshim dari Qatar dan Gianmarco Tamberi dari Italia
Dua nama dari dua benua menjadi salah satu saksi bersejarah keindahan semangat Olimpiade
Mereka sama-sama berbagi medali emas dalam final olahraga Lompat Tinggi Putra
Lompatan tertinggi keduanya sama, masing-masing 2,37 meter

Siapa yang lebih layak dan pantas diberikan medali tertinggi?
Tak mungkin juga jika harus melalui undian
Maka pertarungan dilakukan sekali lagi, mencari siapa yang bisa melompat lebih tinggi lagi
Apakah rekor 2,39 meter terpecahkan oleh salah satu dari mereka berdua?

Sayang, Tamberi menarik diri dari upaya terakhir karena mengalami cedera di bagian kakinya
Barshim harusnya senang dengan melihat peluang besar di depan mata
Namun ia memberikan pertanyaan mengejutkan soal kemungkinan berbagi medali emas
"Apakah emas dapat dibagi di antara kami berdua jika saya mundur dari upaya terakhir?"

What? Bisakah hal seperti ini terwujud?
Ya, petugas Olimpiade berkenan atas hal ini, "Medali Emas akan dibagi di antara kalian berdua."
Jadilah Barshim menarik diri, hingga bersama Tamber meraih medali tertinggi bersama
Mereka berpelukan dan berselebras bersama di sekitar lintasan

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...
Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan