Mohon tunggu...
Helen Adelina
Helen Adelina Mohon Tunggu... Insinyur - Passionate Learner

Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value - Einstein

Selanjutnya

Tutup

Nature Artikel Utama

Efektifkah Pemilahan Sampah di Indonesia?

6 Juni 2021   19:58 Diperbarui: 7 Juni 2021   07:30 812
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Agar penanganan sampah berjalan efektif, pendekatan holistik dari hulu ke hilir perlu dilakukan. Ini berarti masyarakat perlu dilibatkan secara aktif. Perlu dilakukan sinergi antara masyarakat dengan pemerintah dan dukungan pihak swasta.

SNI 19-2454-2002 dan SNI 3242-2008 tentang pengelolaan sampah perlu disosialisasikan kepada masyarakat sehingga ada persepsi yang sama terkait penanganan sampah. 

Jika sampah dipilah berdasarkan jenisnya, berarti masing-masing rumah tangga harus menyiapkan tiga wadah sampah: sampah organik, sampah non-organik, dan sampah berbahaya dan beracun (B3).

Untuk mempermudah, perlu ada kesepakatan untuk aturan warna dari masing-masing wadah. Misalkan sampah organik diberi warna hijau, sampah anorganik diberi warna biru, dan sampah B3 diberi warna merah. 

Jika tidak memungkinkan, masing-masing wadah sampah diberi label. Untuk kawasan pemukiman padat, pemerintah perlu menyiapkan wadah untuk penampungan sampah yang dekat dengan lokasi dan akses yang mudah untuk truk pengangkut sampah.

Di sisi lain, dinas kebersihan atau instansi terkait juga perlu menyediakan truk-truk atau gerobak sampah yang bersekat agar sampah tidak bercampur. 

Jika tidak memungkinkan, dilakukan penjadwalan pengambilan sampah berdasarkan jenisnya. Jadwal pengangkutan diinformasikan dengan jelas kepada masyarakat sehingga masing-masing rumah tangga dapat menyiapkan apa yang diperlukan.

Penjadwalan yang jelas juga dapat mencegah sampah dibuang sembarangan di jalan-jalan atau tempat -tempat lain yang bukan diperuntukkan sebagai tempat penampungan sampah. 

Biasanya karena sampah sudah menumpuk di rumah dan petugas kebersihan belum datang, akhirnya orang-orang membuang sampah ke tempat yang bukan peruntukkannya. Atau cara lain dengan membakar sampah. Padahal membakar sampah berbahaya karena menimbulkan polusi. Pembakaran sampah juga menghasilkan karbon monoksida dan dioksin (dihasilkan dari pembakaran plastik) yang berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sinergi antara pemilahan sampah dari sumbernya (dalam hal ini rumah tangga) dan pengangkutan sampah oleh dinas kebersihan sangat diperlukan. 

Sinergi tersebut akan membuat proses pengelolaan sampah menjadi efektif dan efisien. Waktu dan usaha yang dilakukan untuk tahapan selanjutnya sebelum sampah akhirnya dibuang ke TPA menjadi berkurang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
Mohon tunggu...

Lihat Konten Nature Selengkapnya
Lihat Nature Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun