Mohon tunggu...
Hastira Soekardi
Hastira Soekardi Mohon Tunggu... Administrasi - Ibu pemerhati dunia anak-anak

Pengajar, Penulis, Blogger,Peduli denagn lingkungan hidup, Suka kerajinan tangan daur ulang

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Pemindaian

28 Agustus 2021   03:00 Diperbarui: 28 Agustus 2021   03:01 101 14 5
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
kartu/https://jabar.inews.id/

Heru mulai kesal. Sekarang kemana-mana harus bawa kartu vaksin. Bahkan buat santai di mallpun kartu vaksin andalannya. Bahkan kantornyapun sebelum masuk selain kartu pegawai yang dipindai juga kartu vaksin. 

Dan Herupun mau tak mau vaksin dengan segala ketakutannya. Ternyata Heru tak mengalami apapun. Tapi ternyata keribetan yang dipikirkan Heru gak terjadi. Karena sudah jadi kebiasaan , semua terasa ringan. Tapi terdengar kabar kalau di dalam vaksin ada sesuatu yang dimasukan ke dalamnya. Heru terlalu percaya dengan segala sesuatu yang menurut akal sehat tak mungkin. 

Tapi banyak orang termasuk Heru akal seahtnya sudah mati sehingga berita hoaxpun menjadi suatu yang dipercaya. Beberapa temannya sudah memberitahu tapi Heru tetap percaya ada sesuatu dalam vaksin itu.

Heru sudah mulai merasakan aneh tubuhnya. Dia mulai ketakutan. Tubuhnya mulai sering menggigil.

            "Itu kamu bukan sakit karena sugesti kamu ya jelek. Atau kamu terlalu cemas sehingga tubuhmu bereaksi,"tukas temannya.

            "Gak mungkin. Ini karena ada sesautu yang dimasukan dalam vaksin," Heru bersikeras. Temannya hanya bisa angkat tangan dengan sikap Heru. Heru mulai merasakan tubuhnya semakin terasa janggal. Mulailah Heru ketakutan . Ketakutan yang sudah mulai membuat dirinya berhalusinasi. Halusinasi yang aneh-aneh, sehingga orang-orang disekitarnya mulai takut melihat Heru. Heu semakin menjadi-jadi. Semakin ketakutan dan badannya sering menggigil padahal tidak dingin.

Sampai suatu waktu Heru dibawa ke dalam suatu bangunan. Saat masuk tubuhnya dipindai dari atas sampai bawah. Dan tiba-tiba ada sesuatu benda yang ada di tubuhnya. Tiba-tiba alatnya berbunyi keras menandakan kalau ada sesuatu dalam tubuh Heru.

            "Bawa ke dalam. Bendanya harus dibuang. Operasi segera dilaksanakan." Seorang laki-laki terlihat sebagai pimpinan menyuruh beberapa orang membawa dirinya ke dalam. Heru memberontak, dia tak mau dioeprasi.

            "Kalau kamu gak mau, benda itu akan ada dalam tubuhmu . Dan semua orang akan tahu semua hal tentang dirimu dan kamu tak berkutik. Jadi kamu harus patuh ,"tukas laki-laki itu. Heru ditidurkan di meja operasi. Lampu dinyalakan . Heru sudah tak bisa berontak lagi karena tangan dan kakinya semua diikat. Pimpinan operasi mulai memegang pisau.

            "Aku mau diapakan, kok aku gak dibius?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan