Harry Ramdhani
Harry Ramdhani immaterial worker

Sedang berusaha agar namanya ada di "Kata Pengantar" Skripsi orang lain. | Think Globally Act Comedy | @_HarRam

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Perjamuan di Meja Makan yang Kini Tanpa Kau

7 Desember 2017   23:12 Diperbarui: 7 Desember 2017   23:13 1056 4 0
Perjamuan di Meja Makan yang Kini Tanpa Kau
ilustrasi (@kulturtava)

1/ 

sudah waktunya makan; lauk pauk dan
piring dan sendok dan kenangan
tertata di atas meja. tidak ada kau. juga
jawaban kepastian pulang. hari ini  
dan entah di waktu lainnya.

pernah ada kau di sana, menyendok nasi  
tuk terakhir kali. kau ambil dua potong
tempe yang mau kau kecapi. biar manis seperti
harapan, kata kau, ketika itu. bukan hidup mesti
digarami, tanyaku. tanpa digarami kenyataan
memang sudah segetir ini. kita tertawa dan kau tersedak.

pada pagi kau pamit pergi, aku tahu
: kepergian tidak bisa disandingkan
dengan kepulangan. kepergian, katamu,
laiknya adonan bakwan jagung yang sudah ditaruh
di minyak panas; kau hanya bisa menunggu
matangnya. tapi hidup, lanjutmu, tidak
sama dengan bakwan jagung yang matangnya bisa dikira.


2/

andai aku tak lupa sesuatu
yaitu, mengucapkan salam perpisahan untukmu,
mungkin aku tidak serapuh ini. kau
pamit dengan santun, tanganku kau anun,
langkah kakimu mantap menuju kerumunan
dan tembakan-tembakan
tak terarahkan. selebihnya aku tidak tahu.

pada siang setelah makan telepon berdering,
suaramu tak lagi terdengar nyaring.


3/

aku siapkan lauk pauk dan piring dan
sendok dan garpu dan apapun yang kau mau
; datang dan makanlah sepuasmu
sambil menunggu aku mati terulur waktu.


Perpustakaan Teras Baca, 7 Desember 2017