Mohon tunggu...
Hariadhi
Hariadhi Mohon Tunggu... Desainer - Desainer

Ghostwriter, sudah membuat 5 buku berbagai Dirut BUMN dan Agency Multinasional, dua di antaranya best seller. Gaya penulisan berdialog, tak sekedar bernarasi. Traveler yang sudah mengunjungi 23 dari 34 provinsi se Indonesia. Business inquiry? WA 081808514599

Selanjutnya

Tutup

Trip Pilihan

Di Takengon, Setelah Menemukan Kopi Gayo, Aku Bertemu dengan-Mu Tuhan

15 Agustus 2018   07:20 Diperbarui: 15 Agustus 2018   14:35 1208
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Saya pilih menyerahkan diri kepada Tuhan, saya pilih yang pertama.

Dengan dag dig dug, saya putar kunci starter mobil. "Kalau memang Allah mengizinkan, mau minus 100 KM pun, pasti sampai. Dan kalau Allah tidak mengizinkan, cukup pun bensinnya, akan kena jebakan di pos di depan." Sisanya bismillah...

Maka sekitar seratus kilometer ke depannya, yang saya ingat cuma berserah diri. Membiarkan keputusanNya mengambil alih seluruh analisa dan pemikiran saya.

Di tengah perjalanan dari Takengon menuju Kutacane, saya akan bertemu denganNya. Tentu saja bukan dalam konotasi negatif alias meninggal. Tapi sebuah pengalaman relijius dan spiritual. Berawal dari seliter bensin.

Hingga 10 KM terakhir perjalanan, bensin tinggal untuk 1 KM saja, atau kurang lebih kalau dikonversi ke volume bensin, tinggal seliter. Lampu kuning peringaatan bergambar stasiun pengisian bensin berkedip-kedip. 

Sungguh, tidak masuk akal sama sekali saya bisa sampai ke Kutacane. Tapi saya tidak hendak menyerah. Mobil hanya berputar langsam, memgandalkan jalan menurun, menukarkan seluruh energi potensial jadi energi mekanik. Saya membiarkan tangan Tuhan yang bekerja.

dokpri
dokpri
Dan perlahan, mobil mendekati Kutacane. 5 kilometer terakhir, range bensin menunjukkan angka 0 KM. Kadang saya pasang gigi N supaya mobil benar-benar lancar menggelinding.  

Saya sadar mobil ini hanya menggunakan tetes-tetes terakhir BBM yabg masih tersisa di tangki. Terus menggelinding dan menggelinding, mengiringi doa dan kecemasan saya setiap detiknya.

Hingga akhirnya, tepat si depan SPBU Kutacane, mobil berhenti bergerak. Benar-benar kehabisan tetes bensin. Alhamdulillah...]

dokpri
dokpri
Untuk kesekian kalinya Doa saya didengar Tuhan. Saya menemuiNya dengan doa, dan ia menjawabnya tepat seperti yang saya mintakan. Benar bahwa Ia ternyata lebih dekat dari urat leher. Buktinya tak satupun permintaan saya sejak awal perjalanan yang tidak dikabulkan. Tak satupun..

Kelelahan, usai memvideokan gerak terakhir mobil saya di depan SPBU sambil tertawa-tawa, akhirnya saya tertidur sampai pukul 8:30 pagi. Suara klakson becak motor yang terhalang membangunkan saya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Trip Selengkapnya
Lihat Trip Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun