Mohon tunggu...
Hanter Oriko Siregar
Hanter Oriko Siregar Mohon Tunggu... Pemabuk literasi

Orang yang suka menemukan pertayaan di atas dasar pertayaan, dan mencari jawaban di dasari oleh jawaban. Kesimpulannya menjadi jawaban sekaligus merangkap pertayaan.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Belajarlah Gila dari Facebook

11 Juli 2019   11:41 Diperbarui: 12 Juli 2019   14:56 0 0 0 Mohon Tunggu...
Belajarlah Gila dari Facebook
questionmark-5d283d3c0d82301a1a7b0cb2.jpg

Apa yang Anda pikirkan?  Begitulah tampilan yang pertama muncul dari beranda  facebook. Saya menjawab dalam hati, yang sabar "ya", aku akan menjawab setelah baca-baca dulu apa yang dipikirkan oleh sesamaku manusia.  Lalu facebooknya dengan sabar menunggu,  sebagai bukti kesabarannya, setiap saya klik beranda, tampilannya selalu mengulang pertayaan yang sama.
 
Namun  aku sebagai manusia yang egois nampak menghiraukannya, berpura-pura buta dan tak paham makna pertanyaannya menjadi ciri khas tersendiri. 

Namun dengan penuh kelemah-lembutan ia tidak berhenti bertanya, Oups...  Sebelum saya lanjutkan, ingin rasanya menebak apa yang Anda pikirkan? Ya saya menyadari apa yang dipikiran Anda dan saya membenarkannya.

Tentu yang Anda pikirkan tentangku tidak dapat kusalahkan sebab saya sependapat dengan Anda bahwa bercakap-cakap dengan sesuatu yang tidak hidup adalah bentuk kegagalan fungsi otak secara rasional dalam arti gila dalam tingkat dewa hahahaa . 

Akan tetapi terlepas dari itu, ada sesuatu hal dimana kita ketahui bahwa menghiraukan sesuatu yang bertanya adalah bentuk pernghinaan kepada sipenanya, di tambah pertanyaannya yang cukup elegan untuk dipertanyakan.

Dalam hal ini kita terlihat munafik, disisi lain kita mengatakan bahwa setiap pertayaan pasti memiliki jawaban dan seburuk apapun itu pertayaan tentu memiliki makna, oleh karena itu bahwa setiap pertanyaan haruslah dijawab. Namun pada faktanya kita  terlalu sering menghiraukan sebuah pertayaan.

Pada hal facebooknya bertanya dan selalu bertanya hanya untuk mencoba mengasah pola pikir kita lewat pertayaan tersebut. Tapi apa?  Kita egois, jika bicara jujur mustahil kita dalam 1 hari tidak berpikir, bahkan dalam 1 jam, 1 menit, dan  1 detik saja kita selalu berpikir. Makanya itu mucul teori yang mengatakan bahwa setiap apa yang dilakukan oleh manusia termasuk kejahatan, sudah terlebih dahulu mereka pikirkan, karena itu setiap orang harus bertanggung jawab terhadap apa yang diperbuatnya. Kan jadi melebar, baiklah kita kembali ketopik.

Facebook melalui berandanya akan selalu bertanya dan bertanya selalu, sampai akhirnya kita menemukan sesuatu yang kita pikirkan. Dasar facebook, pikirku dalam liarnya imajinasi. Namun dengan senyum indah ia kembali bertanya?  Apa yang Anda pikirkan? 

Baiklah, mungkin engkau sudah banyak mengetahui tentang apa yang dipikirkan oleh kebanyakan umat manusia dimuka bumi ini, jawabku dengan sedikit pujian.

 Kau mengetahui apa yang dipikirkan oleh manusia-manusia setiap harinya, mengetahui baik buruknya sifat mereka, dan engkau hampir tau segalanya tentang mereka. Sebab engkau setiap saat selalu bertanya, dan setiap jawaban kau pertanyakan kembali.

Hawa nafsu membuatmu ingin selalu menggali informasi-informasi dari setiap diri manusia. Kau sangat hebat membius mereka hingga tak mampu melepaskan ikatanmu. 

Dengan tanpa sadar manusia-manusia telah kau ikat dan terperangkap dalam permainanmu. Aku tau engaku selalu mengasah akal dan pikiran setiap manusia, menggali ide dan gagasan tentang apa yang dipikirkan oleh manusia.

Hal itu seolah menjadi tugas utamamu diciptakan. Luar biasa bukan! Kampret lu facebook. Mencuci setiap otak manusia adalah tujuan utamamu, tapi saya belum mampu memahami motif-motif dibalik semua apa yang sudah kau perbuat, dan maaf aku belum bisa menaruh kepercayaan terhadapmu walau kutau kau sekarang sudah menjadi bagian dari hidupku.